Pemerintah Taiwan Gencar Bidik Wisatawan RI untuk Liburan Keluarga, Tawarkan Pengalaman Wisata Taiwan yang Tak Pernah Tidur

Taiwan Tourism Information Center (TTIC) agresif membidik wisatawan Indonesia untuk menikmati Wisata Taiwan, khususnya keluarga, dengan promosi 'Taiwan Never Sleeps' dan fasilitas ramah muslim.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemerintah Taiwan Gencar Bidik Wisatawan RI untuk Liburan Keluarga, Tawarkan Pengalaman Wisata Taiwan yang Tak Pernah Tidur
Taiwan Tourism Information Center (TTIC) agresif membidik wisatawan Indonesia untuk menikmati Wisata Taiwan, khususnya keluarga, dengan promosi 'Taiwan Never Sleeps' dan fasilitas ramah muslim. (AntaraNews)

Pemerintah Taiwan melalui Taiwan Tourism Information Center (TTIC) secara serius membidik wisatawan asal Indonesia sebagai target utama kunjungan. Fokus utama mereka adalah menarik keluarga Indonesia yang dikenal gemar merencanakan liburan bersama. Upaya ini didasari oleh potensi besar pasar Indonesia dengan populasi yang masif dan pertumbuhan kelas menengah yang signifikan.

Direktur Taiwan Tourism Information Center, Abe Chou, menegaskan bahwa Taiwan menawarkan pengalaman wisata yang tak terbatas, dengan konsep 'Taiwan Never Sleeps'. Wisatawan dapat menikmati berbagai aktivitas selama 24 jam penuh, mulai dari eksplorasi kuliner malam hingga berbelanja di pasar malam yang ramai, serta menikmati hiburan dan destinasi budaya yang kaya.

Strategi promosi ini diwujudkan melalui berbagai acara, termasuk Taiwan Travel Fair bertajuk "Taiwan Never Sleeps" yang diadakan di PIK Avenue. Selain itu, workshop pariwisara juga diselenggarakan di Jakarta dan Medan, berlangsung dari tanggal 30 April hingga 7 Mei 2026.

Strategi Promosi "Taiwan Never Sleeps"

Otorita Taiwan sangat memahami kebiasaan masyarakat Indonesia dalam merencanakan liburan keluarga, yang umumnya dimulai sejak bulan Mei untuk periode libur sekolah di bulan Oktober. Melalui rangkaian acara promosi ini, Taiwan berupaya memperkenalkan beragam pilihan wisatanya. Tujuannya adalah mendorong lebih banyak masyarakat Indonesia untuk memilih Taiwan sebagai destinasi liburan luar negeri.

Delegasi Pariwisata Taiwan juga aktif menggelar Taiwan Tourism Workshop di dua kota besar. Acara ini berlangsung pada 4 Mei di Pullman Jakarta Central Park dan 6 Mei di JW Marriott Hotel Medan. Kegiatan ini melibatkan asosiasi pariwisata, pelaku industri, serta media lokal, menunjukkan keseriusan Taiwan dalam menjalin kemitraan.

Jakarta dan Medan dipilih sebagai lokasi utama karena keduanya merupakan pusat ekonomi dan pariwisata dengan potensi pasar yang sangat besar. Pemilihan ini juga bertujuan untuk mendorong perjalanan insentif perusahaan (incentive travel) dari Indonesia ke Taiwan, membuka peluang baru dalam segmen pariwisata bisnis.

Daya Tarik Wisata Taiwan: Pengalaman 24 Jam dan Ramah Muslim

Abe Chou menjelaskan bahwa Taiwan memiliki daya tarik unik dengan konsep "tidak pernah tidur", memungkinkan wisatawan menikmati berbagai aktivitas kapan saja. Mulai dari mencicipi kuliner malam yang lezat, berburu barang unik di pasar malam, hingga menyelami kekayaan budaya dan hiburan yang tersedia.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Taiwan juga telah mengembangkan lingkungan wisata yang ramah bagi wisatawan muslim. Inisiatif ini mencakup penyediaan makanan halal, ruang salat di pusat transportasi dan destinasi wisata, serta fasilitas pendukung lainnya. Langkah ini diambil untuk memastikan wisatawan Indonesia yang mayoritas muslim dapat berwisata ke Taiwan dengan aman dan nyaman.

Komitmen Taiwan untuk menghadirkan pengalaman liburan yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi wisatawan muslim ditekankan oleh Chou. Hal ini menjadi bagian integral dari strategi mereka untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan maksimal bagi para pengunjung dari Indonesia.

Indonesia: Pasar Strategis dan Mitra Pariwisata Taiwan

Deputy Representative Taipei Economic and Trade Office in Indonesia, Trust H.J. Lin, Ph.D., menegaskan peran vital Indonesia dalam strategi pariwisata Taiwan. Ia menyoroti pertumbuhan kelas menengah di Indonesia dan meningkatnya minat masyarakat terhadap perjalanan luar negeri sebagai peluang besar yang terus didorong melalui berbagai kegiatan promosi.

Lin memandang Indonesia sebagai mitra strategis, dan melalui kegiatan promosi seperti ini, Taiwan berharap dapat mempererat hubungan antar masyarakat kedua negara serta meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

Indonesia merupakan pasar yang sangat strategis dengan populasi sekitar 280 juta jiwa. Pasca-pandemi, ekonomi Indonesia menunjukkan pertumbuhan stabil, dengan Produk Domestik Bruto (PDB) tumbuh sekitar 5 persen pada kuartal II 2025. Data juga menunjukkan peningkatan minat masyarakat untuk bepergian ke luar negeri, dengan hampir 9 juta perjalanan outbound pada tahun 2024.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi