Pemkab Sampang Bangun 19 Unit Rumah Layak Huni, Wujud Komitmen Tekan Kemiskinan
Pemerintah Kabupaten Sampang melanjutkan komitmennya dalam Pembangunan Rumah Layak Huni Sampang, tahun ini mengalokasikan anggaran untuk 19 unit. Upaya ini menjadi bagian penting dalam menekan angka kemiskinan di wilayah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, mengalokasikan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pembangunan 19 unit rumah layak huni pada tahun ini. Program ini merupakan kelanjutan dari upaya Pemkab Sampang dalam menekan angka kemiskinan di wilayahnya, sekaligus memastikan warganya memiliki hunian yang memadai.
Inisiatif strategis ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. Pembangunan rumah layak huni menjadi salah satu fokus utama mengingat masih banyaknya rumah tidak layak huni yang tersebar di berbagai pelosok Kabupaten Sampang.
Kepala Bidang Perumahan Rakyat dan Permukiman pada Dinas Lingkungan Hidup Perumahan dan Permukiman (DLH-Perkim) Kabupaten Sampang, Abdul Rokib, menjelaskan bahwa program ini adalah bentuk keberlanjutan dari tahun-tahun sebelumnya. Pelaksanaan sebagian sudah dimulai dan melibatkan kerja sama dengan TNI di lapangan, menunjukkan sinergi antarlembaga.
Komitmen Pemkab Sampang Atasi Rumah Tidak Layak Huni
Kabupaten Sampang, salah satu wilayah di Pulau Madura, masih menghadapi tantangan serius terkait jumlah rumah tidak layak huni yang tergolong tinggi. Abdul Rokib menyatakan, "Kabupaten Sampang termasuk salah satu kabupaten di Pulau Madura dengan jumlah rumah tidak layak huni yang tergolong tinggi." Kondisi ini mendorong Pemkab Sampang untuk secara konsisten mengalokasikan anggaran setiap tahun guna melakukan perbaikan, sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
Rokib menegaskan bahwa alokasi anggaran disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah yang tersedia, memastikan keberlanjutan program. Hal ini mencerminkan prioritas pemerintah daerah dalam menyediakan hunian yang layak bagi warganya, sebagai bagian dari hak dasar masyarakat.
Program Pembangunan Rumah Layak Huni Sampang ini tidak hanya berfokus pada aspek fisik bangunan, tetapi juga sebagai instrumen penting dalam strategi pengentasan kemiskinan. Dengan memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman, diharapkan kualitas hidup masyarakat dapat meningkat secara signifikan, mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Detail Alokasi Anggaran dan Jenis Perbaikan Rumah Layak Huni
Pada tahun ini, Pemkab Sampang berhasil mengalokasikan perbaikan untuk 19 unit rumah layak huni, menunjukkan upaya nyata dalam mengatasi permasalahan ini. Dari jumlah tersebut, dua unit di antaranya merupakan perbaikan akibat bencana alam yang membutuhkan penanganan cepat, sementara 17 unit lainnya adalah perbaikan reguler yang direncanakan.
Nilai bantuan yang diberikan untuk setiap unit rumah mencapai Rp30 juta, sehingga total anggaran yang digelontorkan untuk program ini adalah Rp570 juta. Angka ini menunjukkan investasi yang tidak sedikit dari APBD untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan.
Proses pelaksanaan program Pembangunan Rumah Layak Huni Sampang ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI). Keterlibatan TNI diharapkan dapat mempercepat dan memastikan efektivitas pengerjaan di lapangan, sejalan dengan semangat gotong royong dan sinergi lintas sektor.
Perbandingan Data dan Tantangan Rumah Tidak Layak Huni di Sampang
Menurut data Pemkab Sampang, jumlah total rumah warga di kabupaten ini mencapai 249.380 unit, tersebar di 180 desa/kelurahan di 14 kecamatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9,34 persen atau sekitar 25.703 unit dikategorikan sebagai rumah tidak layak huni, menyoroti skala masalah yang ada.
Meskipun upaya perbaikan terus dilakukan, jumlah unit yang diperbaiki tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, pada tahun 2025, Pemkab Sampang melakukan pembangunan 20 unit RTLH, dan pada tahun 2024 sebanyak 39 unit, menunjukkan fluktuasi dalam alokasi.
Data ini menunjukkan bahwa tantangan dalam mengatasi masalah rumah tidak layak huni di Sampang masih besar dan kompleks. Konsistensi program serta potensi peningkatan alokasi anggaran di masa mendatang akan sangat krusial untuk mencapai target penurunan angka rumah tidak layak huni secara signifikan dan merata di seluruh wilayah.
Sumber: AntaraNews