Pemerintah Kota Tangerang Libatkan Perguruan Tinggi Tangani Penanganan Pengaduan Masyarakat
Pemerintah Kota Tangerang berinovasi dengan melibatkan sembilan perguruan tinggi dalam menyusun modul penanganan pengaduan masyarakat, bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik dan etika komunikasi ASN.
Pemerintah Kota Tangerang mengambil langkah inovatif dengan melibatkan sembilan perguruan tinggi dalam menyusun modul penanganan pengaduan masyarakat. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik serta etika komunikasi Aparatur Sipil Negara (ASN) di kota tersebut.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangerang, Jatmiko, menjelaskan bahwa modul ini dirancang sebagai bekal penting bagi seluruh pegawai, mulai dari tingkat kelurahan hingga dinas. Tujuannya adalah memastikan setiap pengaduan masyarakat dapat dilayani dengan komunikasi yang baik dan profesional.
Kolaborasi strategis ini merupakan respons terhadap masih adanya keluhan publik mengenai pola komunikasi ASN dalam melayani. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya Kota Tangerang untuk terus berinovasi dalam tata kelola pemerintahan yang efektif.
Kolaborasi Pentahelix Perguruan Tinggi dalam Penanganan Pengaduan Masyarakat
Pemerintah Kota Tangerang memperkuat sinergi pentahelix dengan melibatkan sembilan perguruan tinggi terkemuka, baik dari dalam maupun luar daerah. Universitas Hasanuddin (Unhas), Telkom University, Universitas Multimedia Nusantara (UMN), BINUS University, Swiss German University, dan Universitas Indonesia (UI) termasuk di antara institusi yang berpartisipasi.
Perguruan tinggi ini berkontribusi secara sukarela sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat, menunjukkan komitmen akademisi dalam pembangunan daerah. Keterlibatan mereka sangat krusial dalam merumuskan modul complaint handling yang komprehensif dan aplikatif.
Jatmiko menambahkan bahwa Pemerintah Kota Tangerang juga membuka peluang kerja sama lebih lanjut dengan perguruan tinggi lokal di Kota Tangerang. Kesempatan ini diberikan bagi institusi yang memiliki kesesuaian substansi dengan kebutuhan pengembangan kompetensi ASN.
Inisiatif ini mencerminkan pendekatan holistik Pemerintah Kota Tangerang dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Tujuannya adalah menciptakan ASN yang responsif dan mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Transformasi Digital dan Peningkatan Kompetensi ASN di Tangerang
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah fundamental dalam mendorong transformasi digital. Fokus utamanya adalah pengembangan sumber daya manusia, khususnya peningkatan kapasitas dan kompetensi ASN di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang.
Menurut Sachrudin, kerja sama ini bukan sekadar kemitraan biasa, melainkan sebuah tonggak baru yang signifikan. Ini adalah upaya untuk menyiapkan ASN yang adaptif, profesional, dan siap menghadapi berbagai tantangan zaman yang terus berkembang.
Peningkatan kompetensi ASN melalui modul ini diharapkan dapat mengubah paradigma pelayanan publik. ASN akan dibekali dengan keterampilan komunikasi yang lebih baik dan pemahaman mendalam tentang etika pelayanan.
Langkah proaktif ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam menciptakan birokrasi yang modern. Tujuannya adalah birokrasi yang efisien, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Efektivitas Aplikasi LAKSA dalam Merespons Aspirasi Publik
Di samping pengembangan modul, efektivitas penanganan pengaduan masyarakat juga didukung oleh aplikasi Layanan Aspirasi Kotak Saran Anda (LAKSA). Aplikasi ini terintegrasi penuh dalam ekosistem Tangerang Live dan dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang.
UPT Pengelolaan Ruang Komunitas dan Kemitraan (PRKK) Diskominfo Kota Tangerang mencatat pencapaian signifikan. Sebanyak lebih dari 11 ribu laporan telah berhasil diselesaikan selama tahun 2025 melalui aplikasi LAKSA.
Kepala UPT Pengelola Ruang Kendali Kota Tangerang, Muhammad Iqbal Santoso, menyatakan bahwa tingginya angka penyelesaian laporan ini adalah cerminan dari kerja keras. Ini menunjukkan dedikasi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menindaklanjuti setiap laporan masyarakat dengan cepat dan tepat.
Keberhasilan LAKSA membuktikan bahwa inovasi teknologi sangat berperan dalam mendekatkan pemerintah dengan warganya. Aplikasi ini memfasilitasi komunikasi dua arah yang efektif, mempercepat respons terhadap kebutuhan dan keluhan publik.
Sumber: AntaraNews