Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dan Universitas Jember (Unej) kini menjalin kerja sama strategis. Fokus utama kolaborasi ini adalah menekan angka kemiskinan ekstrem di wilayah Jember. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) telah dilaksanakan di Gedung Rektorat Unej pada hari Senin. Langkah ini menandai komitmen kedua belah pihak dalam mengatasi isu krusial tersebut. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Jember.
Langkah ini diambil mengingat Jember menghadapi tantangan besar dalam hal kemiskinan. Kabupaten ini bahkan menempati peringkat kedua terbanyak secara absolut di Jawa Timur. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan tinggi menjadi sangat vital. Unej, dengan segala kapasitas dan sumber daya ahli yang dimilikinya, diharapkan dapat berperan aktif. Institusi ini akan merumuskan serta mengimplementasikan solusi yang efektif bagi warga Jember.
Rektor Unej, Iwan Taruna, menyambut baik inisiatif kerja sama ini. Beliau menegaskan kembali komitmen perguruan tinggi untuk melaksanakan Tridharma. Ini meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Iwan Taruna menekankan bahwa Unej harus berfungsi sebagai "Menara Air". Artinya, Unej harus memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar, bukan hanya "Menara Gading" yang terisolasi. Peran Unej sebagai tetangga terdekat Jember menjadi landasan kuat bagi kerja sama ini.
Advertisement
Advertisement
Sinergi Strategis untuk Jember Bebas Kemiskinan Ekstrem
Kerja sama strategis antara Pemkab Jember dan Unej ini secara khusus difokuskan pada persoalan kemiskinan ekstrem dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi ini sejalan dengan peran krusial Unej sebagai perguruan tinggi yang memiliki tanggung jawab sosial untuk memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitarnya, khususnya Kabupaten Jember. Dengan adanya MoU ini, diharapkan program-program penanganan kemiskinan dapat berjalan lebih terarah dan berbasis data.
Rektor Unej, Iwan Taruna, menyatakan, "Kami menyambut baik sinergi itu dan menegaskan komitmen perguruan tinggi untuk melaksanakan Tridharma (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat)." Beliau menambahkan bahwa Unej harus menjadi "Menara Air" alih-alih hanya menjadi "Menara Gading," yang berarti harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitarnya. Kapasitas Unej yang telah memiliki ahli-ahli lengkap dari berbagai bidang, mulai dari sosial, humaniora, teknik, hingga kesehatan, menjadi modal utama dalam kerja sama ini.
Unej juga memiliki reputasi yang kuat dengan status akreditasi institusi Unggul dan berada di peringkat ke-13 perguruan tinggi di Indonesia, serta peringkat ke-10 di antara PTN berdasarkan Times Higher Education World Institute Ranking 2025. Keunggulan ini menegaskan kesiapan Unej untuk mendukung percepatan pembangunan yang berbasis data di Jember. Pemanfaatan keahlian ini diharapkan dapat menghasilkan solusi inovatif dan berkelanjutan dalam mengatasi kemiskinan ekstrem.
Advertisement
Advertisement
Prioritas Penanganan Kemiskinan di Jember
Bupati Jember, yang akrab disapa Gus Fawait, secara terbuka meminta bantuan tenaga ahli terbaik dari Unej dalam rangka percepatan pembangunan yang berbasis data. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi ini untuk memastikan bahwa target-target pembangunan tidak terganggu oleh dinamika politik, dan program dapat diarahkan lebih detail pada masalah kemiskinan. "Kolaborasi itu penting untuk memastikan bahwa target-target pembangunan tidak terganggu oleh dinamika politik, dan program dapat diarahkan lebih detail pada masalah kemiskinan," kata Gus Fawait.
Jember menghadapi tantangan serius karena memiliki angka kemiskinan secara absolut nomor dua terbanyak se-Jawa Timur. Angka ini secara langsung menuntut perhatian serius dari Unej sebagai "tetangga terdekat" yang berada di dalam Kabupaten Jember. Pemkab Jember saat ini fokus penuh dalam mengurai kemiskinan, dengan semua program Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mulai dari pendidikan, pariwisata, hingga pertanian, diarahkan kepada sekitar 124.000 warga desil 1 dan desil 2 yang termasuk kategori miskin ekstrem.
Target jangka panjang Pemkab Jember adalah menurunkan angka kemiskinan absolut di bawah 200.000 jiwa dalam lima tahun ke depan. Gus Fawait mengutip kaidah pesantren untuk menekankan sinergi ini, "orang yang baik, yang sempurna imannya adalah yang baik sama tetangganya, sehingga Unej sebagai tetangga di Jember pasti diprioritaskan untuk bekerja sama." Filosofi ini memperkuat semangat kolaborasi antara Pemkab Jember dan Unej dalam mewujudkan Jember yang lebih sejahtera.
Advertisement
Sumber: AntaraNews