Pemerintah Aceh Pastikan Evakuasi Korban Banjir Berlanjut, Puluhan Ribu KK Terdampak
Pemerintah Aceh menegaskan evakuasi korban banjir Aceh akan terus berlanjut hingga seluruh masyarakat di lokasi terisolasi berhasil dievakuasi. Puluhan ribu KK terdampak dan puluhan jiwa meninggal dunia.
Pemerintah Aceh memastikan proses evakuasi masyarakat yang terisolasi akibat banjir dan tanah longsor akan terus berlanjut. Langkah ini dilakukan hingga seluruh warga berada di lokasi yang aman dan mendapatkan penanganan yang memadai.
Ketua Tim Penanggulangan Bencana Aceh, M. Nasir, menyatakan 90 persen korban telah berhasil dievakuasi. Pernyataan ini disampaikan pada Sabtu (29/11) malam di Banda Aceh, terkait kondisi terkini banjir yang melanda 18 kabupaten/kota.
Evakuasi massal ini melibatkan tim gabungan dari Basarnas, BNPB, TNI, dan Polri. Fokus utama saat ini adalah menuntaskan evakuasi di Pidie Jaya dan bergerak ke daerah lain seperti Aceh Utara serta Aceh Tamiang.
Progres Evakuasi dan Tantangan di Lapangan
M. Nasir, yang juga menjabat Sekda Aceh, menjelaskan bahwa evakuasi di Pidie Jaya telah mencapai 90 persen. Sisa 10 persen korban yang masih terisolasi akan segera dituntaskan oleh tim gabungan dalam waktu dekat.
Tim evakuasi tidak hanya berfokus pada satu wilayah, melainkan akan melanjutkan operasi ke Kabupaten Aceh Utara. Kemudian, mereka akan bergerak ke daerah-daerah lain yang masih terisolasi akibat dampak banjir.
"Artinya, tim gabungan akan terus bergerak hingga Aceh Tamiang guna mengevakuasi masyarakat yang masih terisolir banjir," kata M. Nasir. Prioritas utama adalah memastikan setiap warga terdampak mendapatkan bantuan dan tempat yang aman.
Tujuan utama dari evakuasi ini adalah untuk memberikan rasa aman kepada warga yang terdampak bencana. Selain itu, proses ini juga bertujuan untuk memudahkan pemantauan kondisi kesehatan serta pendistribusian bantuan logistik yang sangat dibutuhkan. Pemerintah berupaya keras agar tidak ada warga yang tertinggal dalam proses penyelamatan ini.
Dampak Banjir dan Data Korban Terkini
Data sementara dari Posko Tanggap Darurat bencana banjir dan longsor Provinsi Aceh menunjukkan skala dampak yang signifikan. Sebanyak 87.550 kepala keluarga (KK) dilaporkan terdampak oleh bencana ini.
Dari jumlah tersebut, tercatat 52.162 kepala keluarga telah mengungsi ke berbagai titik aman. Para pengungsi ini tersebar di 184 lokasi penampungan di seluruh wilayah yang terdampak banjir.
Musibah banjir dan longsor ini juga menelan korban jiwa, dengan data sementara mencatat 70 orang meninggal dunia. Angka ini merupakan data awal yang dikumpulkan dari berbagai lokasi bencana yang telah teridentifikasi.
M. Nasir menambahkan bahwa data korban, baik yang terdampak maupun yang meninggal dunia, kemungkinan akan terus bertambah. Kondisi ini disebabkan oleh masih terputusnya banyak jalur komunikasi dengan daerah-daerah yang dilanda banjir parah di Provinsi Aceh. Tim terus berupaya membuka akses untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat.
Pemerintah Aceh bersama seluruh elemen penanggulangan bencana berkomitmen penuh untuk menuntaskan misi kemanusiaan ini. Koordinasi antar instansi terus diperkuat demi mempercepat pemulihan pascabencana di seluruh wilayah terdampak.
Sumber: AntaraNews