Bencana banjir kembali melanda wilayah Aceh Utara, memaksa ratusan warga untuk dievakuasi dari rumah mereka. Prajurit TNI dari Koramil 19/Sawang Kodim 0103/Aceh Utara dan Yon Arhanud 5/CSBY dengan cepat bergerak untuk memberikan bantuan.
Evakuasi ini dilakukan di Desa Punteut dan Desa Meunasah Pulo, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, pada Kamis lalu. Mereka menghadapi kondisi banjir luapan dan arus deras yang membahayakan keselamatan penduduk setempat.
Upaya penyelamatan ini merupakan respons terhadap intensitas hujan tinggi yang mengguyur Aceh selama sepekan terakhir, menyebabkan banjir merendam 16 dari 23 kabupaten/kota di provinsi tersebut, termasuk Aceh Utara yang terdampak paling parah.
Advertisement
Advertisement
Dalam operasi penyelamatan ini, personel gabungan TNI menggunakan satu unit perahu karet (LCR) untuk mengevakuasi warga. Danramil Kapten Inf Syamsul Hamdani menjelaskan bahwa timnya fokus pada desa-desa yang paling terdampak.
Sebanyak 100 Kepala Keluarga (KK) dari Desa Meunasah Pulo dan empat KK dari Desa Punteut berhasil dievakuasi ke lokasi pengungsian. Lokasi pengungsian yang dipilih adalah masjid dan mushalla di desa masing-masing, yang dinilai lebih aman dari jangkauan banjir.
Prioritas evakuasi juga diberikan kepada warga dengan kondisi khusus, seperti mereka yang sakit patah tulang, lansia, dan balita. Kapten Inf Syamsul Hamdani menegaskan, "Prajurit juga membantu warga dengan kondisi khusus, seperti sakit patah tulang, lansia, dan balita berhasil juga berhasil dievakuasi dengan selamat."
Advertisement
Selain evakuasi, personel TNI turut membantu mengatur lalu lintas di jalan-jalan yang tergenang. Berkat kesigapan dan koordinasi yang baik, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa banjir di dua desa tersebut.
Advertisement
Banjir yang melanda Aceh Utara ini merupakan imbas dari hujan dengan intensitas tinggi yang telah berlangsung sejak sepekan terakhir. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menunjukkan bahwa banjir telah merendam 16 dari 23 kabupaten/kota di Aceh.
Khusus di Kabupaten Aceh Utara, kondisi banjir sangat parah, dengan 27 kecamatan terendam. Ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 80 sentimeter, menciptakan situasi yang sulit bagi masyarakat.
Dampak banjir ini sangat signifikan, mempengaruhi 2.028 KK atau sekitar 3.690 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 438 KK atau 1.444 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Kapten Inf Syamsul Hamdani mengimbau, "Kita mengimbau kepada warga terdampak untuk segera meninggalkan rumah dan akan dievakuasi ke tempat yang lebih aman."
Advertisement
Pemerintah daerah bersama TNI dan berbagai pihak terkait terus bersiaga untuk memantau perkembangan banjir dan memastikan bantuan serta evakuasi dapat terus dilakukan. Kebutuhan dasar bagi para pengungsi juga menjadi perhatian utama dalam penanganan bencana ini.
Sumber: AntaraNews