Pelaku Ledakan SMA 72 Jakarta Mulai Diperiksa Polisi
Polisi mulai memeriksa pelaku peledakan SMAN 72 setelah kondisinya membaik. Pemeriksaan didampingi keluarga dan Apsifor.
Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengatakan telah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku peledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Pemeriksaan ini dilakukan usai kondisi fisik dan psikologis pelaku dinilai membaik. Dengan begitu, ia mampu memberikan penjelasan secara langsung.
“Sudah dilakukan kemarin Senin (permintaan keterangan). Alhamdulillah kondisinya sudah membaik dan sudah dapat untuk dimintain keterangan dan dilakukan pendampingan dari pihak keluarga, Bapas, APSIFOR dan kuasa hukum,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, Selasa (2/12).
Didampingi Berbagai Pihak
Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik turut menghadirkan pendamping dari berbagai pihak, mulai dari keluarga, Balai Pemasyarakatan (Bapas), hingga Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor).
Keterlibatan seluruh unsur pendamping dilakukan untuk memastikan proses berjalan sesuai prosedur dan kondisi pelaku tetap terpantau.
Penyidik kini fokus mengumpulkan keterangan terkait dugaan motif di balik aksi peledakan yang dilakukan pelaku.
“Iya pastinya (didalami soal kasus ledakan),” kata Budi Hermanto.
Kronologi
Sebelumnya, sebuah insiden ledakan mengejutkan terjadi di lingkungan SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11) sekitar pukul 12.15 WIB.
Peristiwa ini berlangsung di dalam komplek Kodamar TNI Angkatan Laut (AL) saat siswa dan guru sedang melaksanakan Shalat Jumat di masjid sekolah.
Ledakan pertama terdengar saat khotbah berlangsung, diikuti ledakan kedua dari arah yang berbeda, menciptakan kepanikan di antara warga sekolah dan masyarakat sekitar.
Akibat ledakan tersebut, puluhan korban mengalami berbagai cedera, termasuk luka bakar dan luka akibat serpihan.
Petugas Kepolisian, termasuk unit Penjinak Bom (Jibom) dan tim lainnya, segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan sterilisasi area dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri mengonfirmasi bahwa setidaknya 54 orang mengalami luka-luka akibat insiden ini.
Untuk memfasilitasi penanganan korban dan keluarga, Kepolisian telah membuka posko di RS Yarsi dan RS Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
"Langkah-langkah membuat posko di Rumah Sakit Yarsi guna membantu keluarga-keluarga korban, untuk mencari anak-anak didiknya yang disini yang sedang dirawat,” ungkapnya.