SMAN 72 Jakarta Terapkan PJJ Usai Ledakan, Pemprov DKI Siapkan Langkah Pemulihan

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Nahdiana menjelaskan, di area SMAN 72 masih dalam pengamanan dan sterilisasi pihak kepolisian.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
SMAN 72 Jakarta Terapkan PJJ Usai Ledakan, Pemprov DKI Siapkan Langkah Pemulihan
Insiden **Ledakan SMAN 72 Jakarta** saat Salat Jumat mengejutkan banyak pihak, puluhan siswa dan guru menjadi korban luka. Simak detail kronologi dan penanganan insiden tak terduga ini. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan langkah pemulihan pascainsiden ledakan di SMAN 72 Jakarta dengan menyediakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) serta dukungan psikologis bagi para siswa yang terdampak.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Nahdiana menjelaskan, di area SMAN 72 masih dalam pengamanan dan sterilisasi pihak kepolisian. Untuk itu, PJJ diberlakukan mulai Senin (10/11).

"Pembelajaran difokuskan pada proses pemulihan dan persiapan mental siswa sebelum kembali ke sekolah. Pembelajaran di kelas nantinya akan diisi wali kelas dan psikolog dengan pembelajaran yang dikemas dengan memberikan ruang interaksi lebih dekat, seperti olahraga dan seni, agar siswa - siswi SMAN 72 pulih dan kembali merasa aman,” kata Nahdiana dalam keterangannya, dikutip Senin (10/11).

Ia menyampaikan, kegiatan belajar mengajar di SMAN 72 Jakarta akan disampaikan kemudian jika gedung sekolah nantinya telah dinyatakan dapat digunakan kembali.

Sementara itu, pendampingan psikologis akan diberikan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta.

Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, Iin Mutmainnah mengatakan, pihaknya akan memberikan dukungan psikologis selama masa pemulihan, termasuk saat PJJ berlangsung.

Selain itu, PPAPP juga menyiapkan armada mobil Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) di sekitar lingkungan sekolah untuk memberikan dukungan psikis kepada siswa, guru, serta keluarga yang terdampak termasuk kepada warga sekitar yang memerlukan konseling secara gratis.

“Kami akan menyiapkan dukungan psikolog untuk mendampingi anak-anak selama PJJ dan proses pemulihan di sekolah,” ujar Lin.

Iin mengungkapkan, Dinkes DKI Jakarta juga telah menyiapkan jadwal pendampingan klinis serta menurunkan tenaga medis bagi korban yang masih memerlukan perawatan lanjutan.

“Pemprov DKI Jakarta juga berkoordinasi dengan Mabes Polri dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) untuk memastikan ketersediaan tenaga psikolog guna mendampingi proses pemulihan para korban secara menyeluruh,” katanya.

Sebagai informasi, tercatat 30 korban insiden di SMAN 72 Jakarta hingga saat ini masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit. Rinciannya, 14 orang di Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih, 15 orang di RS Yarsi, dan satu orang di RS Pertamina Jaya.



Rekomendasi