Nelayan Buol Selamatkan 15 WNA Filipina Terdampar di Perairan Sulawesi Tengah
Kisah heroik nelayan Buol selamatkan 15 WNA Filipina yang terombang-ambing selama 13 hari di perairan Sulawesi Tengah setelah kapal mereka rusak, memicu perhatian otoritas setempat.
Para nelayan dari Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, baru-baru ini menunjukkan aksi heroik dengan menyelamatkan 15 warga negara asing (WNA) asal Filipina yang terombang-ambing di perairan laut Buol. Peristiwa kemanusiaan ini terjadi pada Kamis (22/1) sekitar pukul 08.00 WITA, saat para nelayan sedang melaut dan menemukan sebuah perahu dalam kondisi rusak parah.
Ke-15 WNA tersebut, yang terdiri dari satu laki-laki dewasa, enam perempuan dewasa, enam anak perempuan, dan dua anak laki-laki, ditemukan sekitar 72 mil dari Kelurahan Buol. Mereka dilaporkan telah terombang-ambing di laut selama sekitar 13 hari setelah perahu yang mereka tumpangi diterjang ombak dan mengalami kerusakan.
Setelah penemuan dramatis ini, nelayan segera mengevakuasi seluruh penumpang ke perahu mereka dan menarik perahu WNA yang rusak menuju daratan. Otoritas setempat, termasuk Polres Buol, langsung bergerak cepat untuk memberikan penanganan lebih lanjut dan memastikan keselamatan para korban.
Penemuan Dramatis di Laut Buol
Iptu Ridwan, Kasi Humas Polres Buol, menjelaskan bahwa insiden penyelamatan ini bermula ketika nelayan setempat melihat sebuah perahu yang mencurigakan di tengah laut. Kondisi perahu yang rusak parah mengindikasikan adanya masalah serius yang menimpa para penumpangnya. Tanpa ragu, para nelayan Buol segera mendekat untuk memberikan pertolongan.
Para nelayan dengan sigap memindahkan 15 WNA Filipina tersebut ke perahu mereka demi alasan keamanan. Proses evakuasi berlangsung hati-hati mengingat kondisi laut dan para korban yang mungkin sudah kelelahan atau sakit. Mereka kemudian memulai perjalanan panjang kembali ke daratan, menarik perahu WNA yang sudah tidak bisa digunakan.
Perjalanan penyelamatan ini memakan waktu sekitar 10 jam, dengan rombongan nelayan akhirnya tiba di Dermaga Poyapi, Buol, sekitar pukul 18.00 WITA. Setibanya di daratan, para WNA tersebut ditampung sementara di rumah-rumah warga sekitar dermaga, menunjukkan solidaritas masyarakat Buol.
Latar Belakang dan Penanganan Medis WNA Filipina
Berdasarkan keterangan salah satu WNA, mereka adalah warga Filipina yang sebelumnya bekerja di wilayah Sampurna, Sabah, Malaysia. Mereka sedang dalam perjalanan pulang menuju Filipina ketika musibah terjadi. Perahu mereka diterjang ombak besar, menyebabkan kerusakan parah dan membuat mereka terombang-ambing tanpa arah selama hampir dua minggu di laut lepas.
Merespons laporan penemuan ini, jajaran Polres Buol segera berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. TNI AL, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pemerintah daerah setempat turut dilibatkan dalam penanganan kasus ini. Kolaborasi lintas instansi ini bertujuan untuk memastikan semua aspek penanganan dapat berjalan optimal, mulai dari identifikasi hingga repatriasi.
Sebagai langkah awal, seluruh WNA yang diselamatkan kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Mokoyorli Buol. Di sana, mereka menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh dan mendapatkan perawatan medis yang diperlukan. Prioritas utama adalah memulihkan kondisi fisik dan mental para korban setelah pengalaman traumatis terombang-ambing di laut.
Sumber: AntaraNews