Museum Bahari Jadi Bagian Penting Pengembangan Kota Tua dan Pusat SDGs
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan Museum Bahari akan menjadi bagian integral dari pengembangan Kota Tua, sekaligus berfungsi sebagai pusat edukasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Museum Bahari Jakarta akan memainkan peran krusial dalam revitalisasi kawasan Kota Tua. Integrasi ini sejalan dengan kerja sama antara Jakarta dan Rotterdam, yang bertujuan untuk memperkuat identitas sejarah serta maritim ibu kota. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyatakan bahwa Museum Bahari tidak boleh berdiri sendiri, melainkan harus menjadi bagian utuh dari penguatan jati diri Jakarta sebagai kota pesisir dan maritim.
Pernyataan ini disampaikan Rano Karno saat meresmikan Sustainable Development Goals (SDGs) Corner di Museum Bahari, Jakarta, pada Sabtu (14/2). Peresmian ini menandai langkah penting dalam menjadikan museum tidak hanya sebagai penjaga sejarah, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran mengenai pembangunan berkelanjutan. Kehadiran SDGs Corner diharapkan dapat mengedukasi publik tentang tantangan dan solusi terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya yang berkaitan dengan kehidupan laut Indonesia.
Sebagai kota pesisir, Jakarta menghadapi berbagai tantangan signifikan, termasuk perubahan iklim, kenaikan muka air laut, banjir rob, dan isu ketahanan sosial masyarakat pesisir. Tantangan-tantangan ini menuntut arah pembangunan yang berpihak pada prinsip keberlanjutan dan keadilan, sesuai dengan semangat SDGs. Komitmen terhadap SDGs menjadi semakin relevan seiring upaya Jakarta mendefinisikan kembali perannya sebagai kota global yang inklusif bagi seluruh warganya.
Peran Strategis Museum Bahari dalam Identitas Maritim Jakarta
Museum Bahari memiliki peran vital sebagai pengingat bahwa Jakarta tumbuh dan berkembang sebagai kota pesisir dan maritim. Laut, pelabuhan, serta masyarakat pesisir telah menjadi elemen penting yang membentuk jati diri Jakarta hingga saat ini. Pengintegrasian Museum Bahari ke dalam pengembangan Kota Tua akan memperkuat narasi sejarah dan budaya maritim yang kaya di ibu kota.
Pengembangan ini diharapkan dapat menyoroti warisan bahari Jakarta yang seringkali terlupakan, sekaligus memberikan perspektif baru bagi pengunjung. Dengan demikian, Museum Bahari tidak hanya menjadi destinasi wisata sejarah, tetapi juga menjadi simpul penting dalam memahami evolusi Jakarta. Ini juga merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta untuk menghidupkan kembali kawasan bersejarah tersebut.
Namun, identitas kota pesisir juga membawa tantangan besar. Jakarta dihadapkan pada ancaman perubahan iklim global, seperti kenaikan muka air laut dan banjir rob yang mengancam wilayah pesisir. Selain itu, isu ketahanan sosial masyarakat pesisir, termasuk perlindungan anak dan kelompok rentan, memerlukan perhatian serius dalam setiap kebijakan pembangunan.
SDGs Corner: Pusat Edukasi Pembangunan Berkelanjutan
SDGs Corner di Museum Bahari merupakan fasilitas edukatif dan inklusif yang menyajikan tantangan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) serta kisah kehidupan laut Indonesia. Fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang penyimpanan sejarah maritim, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran mengenai arah pembangunan masa depan yang berkelanjutan.
Inisiatif SDGs Corner merupakan hasil sinergi antara Museum Bahari Jakarta dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations (UN). Kolaborasi ini bertujuan menghadirkan ruang belajar yang mengajak publik memahami masa depan Indonesia melalui perspektif kemaritiman dan kehidupan pesisir. Melalui pendekatan ini, SDGs diharapkan dapat lebih mudah dipahami dan relevan bagi masyarakat luas.
Rano Karno menilai bahwa komitmen terhadap SDGs semakin relevan seiring upaya Jakarta untuk mendefinisikan perannya sebagai kota global. SDGs tidak hanya dimaknai sebagai 17 tujuan global, tetapi juga sebagai kerangka bersama untuk memastikan pembangunan yang inklusif dan memberikan ruang setara bagi seluruh warga. Ini menunjukkan bahwa pembangunan berkelanjutan adalah fondasi bagi kemajuan kota.
Implementasi SDGs oleh Pemprov DKI Jakarta
Komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan diwujudkan melalui berbagai kebijakan konkret oleh Pemprov DKI Jakarta. Beberapa program yang telah berjalan meliputi program pangan bersubsidi, penyediaan kartu layanan gratis bagi penyandang disabilitas, penguatan aksi iklim, serta perluasan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Kebijakan-kebijakan ini mencerminkan upaya pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik dan masyarakat yang lebih sejahtera.
Khusus di wilayah pesisir, Pemprov DKI Jakarta juga melakukan serangkaian tindakan responsif terhadap dampak perubahan iklim. Ini termasuk rehabilitasi mangrove dan terumbu karang, pembangunan tanggul pantai dan rumah susun pesisir, serta penguatan Program Kampung Iklim Pesisir. Langkah-langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melindungi ekosistem pesisir dan meningkatkan ketahanan masyarakat yang tinggal di sana.
Upaya-upaya ini merupakan bagian dari visi yang lebih besar untuk memastikan bahwa pembangunan di Jakarta tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan keadilan sosial. Dengan demikian, Jakarta dapat menjadi contoh kota global yang berhasil mengintegrasikan prinsip-prinsip SDGs dalam setiap aspek pembangunannya.
Sumber: AntaraNews