Misteri Dini Hari: Rumah Dinas Wagub Jambi Rusak Parah Akibat Serangan Massa Anarkis, Kaca Pecah dan Molotov Ditemukan!
Rumah dinas Wagub Jambi Abdullah Sani mengalami kerusakan parah setelah diserang kelompok massa anarkis dini hari. Kaca pecah dan molotov ditemukan, memicu pertanyaan tentang motif di balik perusakan rumah dinas Wagub Jambi ini.
Pada Sabtu dini hari, 30 Agustus, sekitar pukul 02.00 WIB, rumah dinas Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani di Jalan Letjend Suprapto, kawasan Telanaipura, Kota Jambi, menjadi sasaran perusakan. Kelompok massa anarkis melakukan serangan yang mengakibatkan kerusakan signifikan pada pos jaga dan bangunan induk.
Kepala Rumah Tangga Rumah Dinas Wakil Gubernur Jambi, Muhammad Choiri, mengonfirmasi insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa pos penjagaan, pintu pagar keluar, dan kaca rumah utama rusak akibat pelemparan batu oleh kelompok massa. Peristiwa ini mengejutkan banyak pihak dan menimbulkan kekhawatiran akan keamanan.
Selain pelemparan batu, kelompok anarkis ini juga berupaya melakukan pembakaran rumah dinas. Temuan botol kaca berisi minyak beserta sumbu, atau molotov, menjadi bukti nyata dari niat jahat mereka. Beruntung, sebagian besar molotov tidak sempat terbakar sepenuhnya, mencegah kerusakan yang lebih besar.
Kronologi Serangan dan Kerusakan Rumah Dinas
Muhammad Choiri menjelaskan bahwa kelompok massa anarkis datang dua kali ke lokasi menggunakan sepeda motor, membawa batu dan molotov. Pada kedatangan pertama, petugas keamanan berhasil mencegah mereka, dan massa sempat membubarkan diri. Situasi yang tidak kondusif membuat penjagaan rumah dinas diperketat dengan penambahan 20 petugas Satpol-PP.
Tidak lama berselang, kelompok massa kembali datang dengan jumlah yang lebih besar, memicu situasi memanas. Mereka langsung melakukan pelemparan batu dan molotov ke dalam kompleks rumah dinas. Karena kalah jumlah, petugas keamanan hanya bisa bertahan dengan mencari perlindungan di dalam rumah.
Akibat serangan ini, beberapa bagian rumah dinas mengalami kerusakan parah. Kaca jendela pos jaga dan bangunan induk pecah berantakan. Pintu pagar keluar juga mengalami kerusakan signifikan, menunjukkan kuatnya dampak serangan yang terjadi di dini hari tersebut.
Upaya Pembakaran dan Penjarahan di Lokasi
Bukti upaya pembakaran terlihat jelas dengan ditemukannya sejumlah molotov di sekitar lokasi. Saat dihitung oleh petugas Satpol-PP, ditemukan sekitar sepuluh botol molotov. Lima di antaranya tidak sempat meledak, sementara sisanya membakar lokasi di sekitar halaman rumah dinas, meninggalkan jejak hangus.
Selain aksi perusakan dan upaya pembakaran, kelompok anarkis ini juga melakukan penjarahan. Mereka mengambil kursi yang berada di taman dekat pos jaga. Tindakan penjarahan ini menambah daftar kerugian yang ditimbulkan oleh serangan brutal tersebut, menunjukkan tingkat kekacauan yang terjadi.
Beruntungnya, saat aksi berlangsung, Babinsa datang dan berupaya membubarkan massa. Upaya tersebut berhasil, dan kelompok anarkis akhirnya meninggalkan lokasi. Kehadiran Babinsa menjadi titik balik dalam mengendalikan situasi yang sempat tidak terkendali di rumah dinas Wakil Gubernur Jambi.
Sumber: AntaraNews