Menpora Erick Gandeng BPKP Kawal Program Transformasi Kemenpora
Komitmen dan kolaborasi dijalin ini dalam rangka menjaga keuangan negara agar penggunaannya tepat sasaran dan akuntabel.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir dan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang sinergitas pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan pada Kemenpora. Penandatanganan nota kesepahaman tersebut berlangsung di kantor BPKP, Jakarta, Selasa (18/11) kemarin.
Erick mengatakan, komitmen dan kolaborasi dijalin ini dalam rangka menjaga keuangan negara agar penggunaannya tepat sasaran dan akuntabel.
"Hari ini saya dan Kepala BPKP bersepakat di mana saya meminta untuk BPKP mengawal menyeluruh program transformasi Kemenpora," kata Erick, Rabu (19/11).
Erick menuturkan, Kemenpora saat ini telah melakukan penyederhanaan 191 peraturan menteri sejak 2009 menjadi 5 hingga 20, mengingat terdapat aturan yang sudah tidak relevan. Di antara aturan itu, menurut Erick, terdapat Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 tentang Standar Pengelolaan Organisasi Olahraga Lingkup Olahraga Prestasi. Peraturan Menteri ini sempat menimbulkan polemik di antara stakeholder olahraga nasional.
"Bapak Presiden sudah menyampaikan, beliau ingin pembangunan karakter bangsa untuk pemuda ini menjadi hal yang teramat penting. Selain juga memastikan bahwa yang namanya olahraga harus menjadi duta bangsa yang mencerminkan kedigdayaan," ujar Erick.
Erick menuturkan, Kemenpora saat ini telah melakukan penyederhanaan 191 peraturan menteri sejak 2009 menjadi 5 hingga 20, mengingat terdapat aturan yang sudah tidak relevan. Di antara aturan itu, menurut Erick, terdapat Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 tentang Standar Pengelolaan Organisasi Olahraga Lingkup Olahraga Prestasi. Peraturan Menteri ini sempat menimbulkan polemik di antara stakeholder olahraga nasional.
"Bapak Presiden sudah menyampaikan, beliau ingin pembangunan karakter bangsa untuk pemuda ini menjadi hal yang teramat penting. Selain juga memastikan bahwa yang namanya olahraga harus menjadi duta bangsa yang mencerminkan kedigdayaan," ujar Erick.
Lebih lanjut, Erick mengatakan ingin pembangunan pusat pembinaan atlet dan akademi olahraga nantinya bisa melahirkan jenjang atlet berkelanjutan, mulai dari unggulan menjadi elit.
“Hal ini tidak mudah. Karena itu perlu pengawalan sejak dini bagaimana pola pikir kita menjadi satu kesatuan. Untuk kepemudaan, Bapak Presiden sudah bicara dua hal yaitu karang taruna dan pramuka, itu menjadi sebuah tupoksi penting dalam fondasi pembangunan karakter. Tentu kita akan selaraskan program yang ada di kementerian sebagai ujung tombak mencerminkan karakter anak muda kedepan,” kata dia.
Sementara itu, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh memuji dan mengapresiasi Erick Thohir atas sinergitas yang dituangkan dalam bentuk penandatanganan nota kesepahaman ini.
“Intinya apa yang dibutuhkan kita siap dukung. Ini awal dari membangun komitmen, kami akan bantu semaksimal mungkin agar tujuan pak menteri dalam membangun kepemudaan dan keolahragaan bisa terwujud dengan baik,” pungkasnya.