Mengungkap Pentingnya Peran Bidan Bengkayang: Garda Terdepan Kesehatan Ibu dan Bayi
Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menegaskan peran bidan sebagai garda terdepan kesehatan ibu dan bayi. Simak bagaimana dedikasi bidan Bengkayang menyelamatkan generasi di tengah tantangan!
Bupati Bengkayang, Kalimantan Barat, Sebastianus Darwis, pada Minggu (28/9), secara tegas menyatakan bahwa bidan memiliki peran sangat strategis sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan bayi di wilayahnya. Pernyataan ini disampaikan dalam rangka mengapresiasi dedikasi para bidan serta menekankan pentingnya menjaga kualitas kesehatan masyarakat sejak dini.
Beliau menekankan bahwa para bidan merupakan tenaga kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat, terutama di daerah pedalaman yang seringkali memiliki akses terbatas terhadap layanan medis. Kedekatan ini memungkinkan bidan untuk secara efektif memantau dan menjaga kesehatan ibu sejak masa kehamilan, mendampingi proses persalinan, hingga memastikan tumbuh kembang bayi berlangsung optimal.
Melalui peran vital ini, bidan berkontribusi langsung pada penurunan angka kematian ibu dan bayi, serta peningkatan kualitas hidup keluarga. “Pengabdian dan kerja tulus para bidan telah memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Mereka adalah ujung tombak pelayanan dasar, khususnya bagi ibu dan anak,” kata Darwis di Bengkayang, menegaskan apresiasinya terhadap dedikasi para bidan.
Tantangan dan Dedikasi Bidan di Bengkayang
Ketua Pengurus Cabang (PC) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Bengkayang periode 2018–2023, Ben Sahrina, mengungkapkan bahwa para bidan di daerah ini menghadapi berbagai tantangan signifikan. Keterbatasan fasilitas kesehatan menjadi salah satu kendala utama yang sering mereka alami dalam menjalankan tugas mulia, terutama di wilayah-wilayah terpencil.
Meskipun demikian, berkat kerja sama yang solid dan dedikasi tinggi, para bidan di Bengkayang tetap mampu memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Peran bidan tidak hanya terbatas pada membantu proses persalinan, tetapi juga meluas ke edukasi kesehatan, upaya pencegahan penyakit, serta pemenuhan hak kesehatan reproduksi yang esensial bagi keluarga.
Sahrina berharap, kepengurusan IBI yang baru dapat melanjutkan tongkat estafet ini dengan semangat yang lebih inovatif dan profesional. Ia juga berharap organisasi profesi ini dapat memperkuat kapasitas anggotanya, memperluas akses layanan di pelosok, serta meningkatkan kerja sama dengan pemerintah daerah dalam menekan angka kematian ibu dan bayi secara berkelanjutan.
Amanah Baru untuk Peningkatan Kualitas Kesehatan
Sementara itu, Ketua PC IBI Kabupaten Bengkayang terpilih untuk periode 2023–2028, Andriana Rita, menyampaikan tekad kuatnya untuk melanjutkan perjuangan organisasi dengan semangat baru. Amanah kepemimpinan ini diterima dengan rasa hormat dan tanggung jawab besar untuk lima tahun ke depan.
Kepengurusan baru di bawah pimpinan Andriana Rita akan berupaya keras untuk meningkatkan kapasitas organisasi secara keseluruhan, termasuk melalui pelatihan dan pengembangan profesional. Fokus utama mereka adalah memperkuat profesionalisme para bidan dan memperluas kerja sama dengan pemerintah serta mitra strategis lainnya demi mencapai tujuan bersama.
Rita percaya bahwa dengan kebersamaan dan sinergi yang kuat, IBI Bengkayang akan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar. Kontribusi ini diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan kualitas kesehatan ibu, anak, dan keluarga di seluruh wilayah Bengkayang, menjangkau hingga pelosok daerah.
Ia juga mengajak seluruh anggota IBI untuk senantiasa bekerja dengan hati yang tulus, menjaga solidaritas di antara sesama, serta terus memberikan pelayanan kesehatan yang humanis kepada seluruh lapisan masyarakat. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan dan memastikan akses layanan yang merata.
Sumber: AntaraNews