Pemkab Buol Perkuat Peran Bidan dalam Percepatan Penurunan Stunting
Pemerintah Kabupaten Buol mengoptimalkan Peran Bidan Penurunan Stunting Buol sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, demi menekan angka stunting di wilayah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, mengambil langkah strategis untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak. Inisiatif ini berfokus pada penguatan peran bidan guna mempercepat penurunan angka stunting di daerah tersebut. Langkah ini menjadi prioritas mengingat bidan memiliki jangkauan luas hingga ke pelosok desa.
Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo, menegaskan bahwa peran bidan saat ini melampaui tugas medis semata. Bidan diharapkan menjadi pendamping keluarga, edukator kesehatan, serta penggerak perubahan perilaku hidup sehat di tengah masyarakat. Peran vital ini krusial dalam upaya pemerintah daerah menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta memperkuat pelayanan kesehatan di tingkat desa dan kecamatan.
Penurunan stunting telah ditetapkan sebagai program prioritas daerah yang membutuhkan keterlibatan lintas sektor secara berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi, seperti Ikatan Bidan Indonesia (IBI), menjadi kunci keberhasilan program ini. Diharapkan program kerja IBI dapat adaptif, inovatif, dan selaras dengan agenda pembangunan daerah.
Optimalisasi Peran Bidan sebagai Ujung Tombak Kesehatan Keluarga
Bupati Buol Risharyudi Triwibowo menekankan bahwa peran bidan sangat vital dalam upaya pemerintah daerah. Peran ini mencakup penurunan angka kematian ibu dan bayi serta penguatan pelayanan kesehatan di tingkat desa dan kecamatan. Bidan diharapkan menjadi pendamping keluarga, edukator kesehatan, dan penggerak perubahan perilaku hidup sehat di masyarakat.
Organisasi Ikatan Bidan Indonesia (IBI) memiliki posisi strategis karena jaringannya menjangkau hingga tingkat desa. Hal ini membuat IBI efektif dalam memberikan edukasi gizi, pendampingan ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga berisiko stunting di Kabupaten Buol.
Risharyudi mendorong IBI Buol untuk melahirkan program kerja yang adaptif, inovatif, dan selaras dengan agenda pembangunan daerah. Fokus utamanya adalah percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dasar. Sinergi antara organisasi IBI dan pemerintah daerah penting untuk memperkuat peran bidan pada pelayanan promotif dan preventif, terutama dalam penurunan angka kematian ibu dan bayi serta percepatan penurunan stunting.
Data dan Target Penurunan Stunting di Buol
Penurunan stunting telah ditetapkan sebagai program prioritas daerah yang membutuhkan keterlibatan lintas sektor secara berkelanjutan. Pemerintah daerah berkomitmen penuh terhadap upaya ini.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Buol, prevalensi stunting pada tahun 2022 mencapai 32,7 persen. Angka ini menunjukkan kenaikan 4,1 persen dibandingkan tahun 2021 yang sebesar 28,6 persen.
Namun, terdapat kabar baik dengan penurunan angka stunting di Buol pada tahun 2023. Prevalensi stunting berhasil ditekan dari 32,7 persen pada tahun 2022 menjadi 30,0 persen. Meskipun ada penurunan, upaya berkelanjutan tetap diperlukan untuk mencapai target yang lebih optimal.
Sinergi Lintas Sektor dan Komitmen Pemerintah Daerah
Bupati Risharyudi memastikan dukungan penuh terhadap peningkatan kapasitas dan kesejahteraan tenaga kesehatan, termasuk bidan. Dukungan ini diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak pada penguatan sektor kesehatan.
Harapannya adalah sinergi lintas sektor dapat terbangun antara pemerintah daerah dan organisasi profesi. Tujuannya untuk mewujudkan pelayanan kebidanan yang berkualitas, berkesinambungan, serta berdampak nyata bagi penurunan stunting.
Selain itu, sinergi ini juga diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Buol secara keseluruhan. Komitmen pemerintah daerah sangat penting untuk keberlanjutan program ini.
Sumber: AntaraNews