Menag Dorong Masjid Islamic Center Samarinda Jadi Pusat Peran Ekonomi Umat
Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong Masjid Islamic Center Samarinda untuk bertransformasi menjadi pusat kekuatan ekonomi umat, meneladani fungsi masjid di masa Rasulullah dan mencapai kemandirian finansial.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menekankan pentingnya pengelolaan Masjid Islamic Center Samarinda agar tidak hanya berfungsi sebagai rumah ibadah, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat kekuatan ekonomi umat. Dorongan ini disampaikan saat memberikan tausiyah dalam acara Tabligh Akbar, bagian dari rangkaian Bridging Konferensi Imam Internasional di Masjid Islamic Center Samarinda, Sabtu.
Nasaruddin Umar menyatakan kebanggaannya terhadap Masjid Islamic Center Samarinda yang disebutnya sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia. Bangunan megah ini dinilai sangat ideal secara fungsi dan memiliki posisi strategis sebagai "jantung" kehidupan masyarakat Samarinda.
Menag mengajak seluruh pengelola dan jamaah untuk menghidupkan kembali fungsi masjid sebagaimana pada zaman Rasulullah SAW, yakni sebagai pusat peradaban yang inklusif. Visi ini diharapkan dapat menjadikan masjid sebagai poros kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Revitalisasi Fungsi Masjid sebagai Pusat Peradaban
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa fungsi masjid seharusnya tidak terbatas hanya sebagai tempat shalat. Ia berharap Masjid Islamic Center Samarinda dapat meneladani konsep masjid di masa Rasulullah, yang berperan sebagai pusat peradaban yang inklusif.
Menurut Menag, masjid memiliki potensi besar untuk menjadi poros kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan posisinya yang strategis, Masjid Islamic Center Samarinda dapat menjadi "jantung" bagi kehidupan umat di kota tersebut.
Transformasi ini diharapkan mampu mengembalikan peran masjid sebagai pusat yang tidak hanya spiritual, tetapi juga aktif dalam membangun kesejahteraan umat. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai Islam yang mendorong kemandirian dan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Modernisasi Manajemen untuk Kemandirian Finansial
Nasaruddin Umar juga menyoroti pentingnya modernisasi manajemen masjid guna mencapai kemandirian finansial. Ia memberikan contoh konkret pengelolaan Masjid Istiqlal Jakarta yang kini telah mengembangkan berbagai unit usaha produktif.
Visi ke depan adalah menciptakan masjid yang mampu memperkuat ekonomi umat, di mana setiap masjid menjadi pusat geliat aktivitas ekonomi. Pengelolaan secara modern memungkinkan masjid untuk mandiri secara finansial, tanpa terus-menerus bergantung pada dana APBN maupun APBD.
Kunci untuk mencapai level kemandirian tersebut adalah kepercayaan (trust), profesionalisme, serta transparansi dalam manajemen. Menag berharap Islamic Center Samarinda dapat menjadi teladan bagi masjid lainnya, tidak hanya besar secara fisik, tetapi juga dalam prestasi dan kontribusi nyata bagi umat.
Optimisme untuk Kalimantan Timur dan Kontribusi Umat
Menteri Agama menyatakan optimisme terhadap masa depan Kalimantan Timur (Kaltim). Ia menilai kepemimpinan daerah saat ini memiliki visi yang sejalan dengan penguatan nilai-nilai religius dan pemberdayaan masyarakat.
Di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur, Nasaruddin Umar yakin bahwa Kalimantan Timur akan tumbuh menjadi provinsi percontohan. Ini berarti Kaltim akan menjadi wilayah yang masyarakatnya religius sekaligus berdaya secara ekonomi.
Harapan besar diletakkan pada Masjid Islamic Center Samarinda untuk menjadi motor penggerak dalam mewujudkan visi tersebut. Dengan pengelolaan yang baik, masjid ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan Kaltim dan kesejahteraan umat.
Sumber: AntaraNews