Mayat Tanpa Kepala di Kali Ciliwung Diduga Pegawai Kemendagri
Korban diduga hilang saat memancing di kawasan Megamendung, Bogor, dikenali melalui sejumlah ciri fisik.
Polisi menduga mayat laki-laki tanpa kepala yang ditemukan di Kali Ciliwung kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, merupakan pegawai Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
"Ya, kalau kemarin itu ada beberapa temannya (dari Kemendagri) yang datang, yang ikut nunggu di TKP," kata Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur kepada wartawan di Jakarta, Jumat (11/7).
Korban yang diduga hilang saat memancing di kawasan Megamendung, Bogor, dikenali melalui sejumlah ciri fisik. Ciri-ciri seperti luka di lutut, tahi lalat di bawah mata dan dagu, serta jenggot disebut identik dengan pria berinisial OS.
"Kalau dari hasil ciri-cirinya menurut pihak keluarga itu sudah identik," kata Mansur.
Kendati demikian, pihaknya belum bisa memastikan identitas pelaku lantaran masih dalam tahap penyelidikan dan menunggu hasil autopsi dari RS Polri Kramat Jati.
"Namun dari kami belum bisa memastikan, karena ini masih tahap penyelidikan dan memang kondisinya mayatnya sudah seperti itu. Jadi, kita sulit," ucapnya.
Tes DNA
Polisi melakukan tes DNA pada mayat laki-laki tanpa kepala itu di Rumah Sakit Bhayangkara Tk I Pusdokkes Polri (RS Polri) Kramat Jati, Jakarta Timur.
"Untuk lebih akurat lagi pihak RS Polri melakukan tes DNA," kata Mansur.
Berdasarkan hasil autopsi sementara, sudah mendekati ciri otentik yang diyakini keluarga korban.
"Dari autopsi hasil sudah mendekati otentik ciri-ciri seperti tahi lalat di bawah mata, tahi lalat di bawah dagu dan jenggot masih tersisa," jelasnya, dikutip dari Antara.
Mayat Korban Ditemukan Warga
Warga menemukan mayat tanpa kepala diduga berjenis kelamin laki-laki di Kali Ciliwung di Jalan Rawajati Timur III, Pancoran, Jakarta Selatan pada Rabu (9/7) siang pukul 14.00 WIB.
Mayat pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang memancing di pinggir Kali Ciliwung.
Polisi menduga mayat tanpa kepala itu kondisinya rusak karena diduga dimakan binatang seperti biawak.