Makna Mendalam Berkurban Mampu Mempersatukan Adanya Perbedaan di Tanah Air
Masyarakat bisa menjadikan berbagai perayaan hari besar sebagai ajang silaturahmi di antara sesama
Kurban identik dengan sarana mendekatkan berbagai golongan berbeda sebagai perwujudan rasa kebangsaan kuat yang telah terjalin lama.
Ibadah kurban juga dapat dimaknai karena esensinya memberikan manfaat ekonomi dan sosial pada masyarakat secara luas.
Pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU, Najih Arromadloni menjelaskan bahwa kurban memiliki peranan kuat dalam menjembatani perbedaan keimanan.
Menurutnya, tidak hanya umat Islam saja yang memberikan daging kurban kepada umat lainnya, namun juga umat non-muslim ikut memberikan hewan kurban untuk disembelih dan dibagikan pada masyarakat sekitar.
"Makna kurban ini kan luas, termasuk adalah mengorbankan ego kita. Artinya, ketika kita berhubungan dengan orang yang berbeda secara agama, suku, ataupun afiliasi keagamaan, kita harus mengorbankan ego masing-masing," ujar Gus Najih, Kamis (12/6).
Gus Najih menekankan pentingnya pengorbanan masing-masing warga negara sesuai dengan kapasitasnya.
Semua elemen anak bangsa harus memperjuangkan kemakmuran dan keamanan secara bergotong-royong dengan harapan mengantarkan Indonesia menjadi negara maju dan sejahtera.
Ia menilai, terselenggaranya ibadah kurban dengan sangat terbuka dan merata di seluruh wilayah buah dari penetapan Pancasila sebagai ideologi bangsa yang sejatinya inklusif dan toleran terhadap perbedaan golongan dan keyakinan.
"Masyarakat Indonesia bisa mensyukuri hadirnya Pancasila sebagai landasan bernegara kita karena kemampuannya untuk menjadi titik temu kemajemukan bangsa Indonesia.
Alangkah disayangkan jika masih ada pihak alih-alih berkorban bagi sesama manusia, malah justru memperkeruh keadaan masyarakat dengan melakukan klaim kebenaran secara sepihak," jelas Gus Najih.
Ia berpesan agar masyarakat Indonesia bisa menjadikan berbagai perayaan hari besar sebagai ajang silaturahmi di antara sesama, termasuk hari raya kurban.
Dirinya menekankan kembali bahwa hari raya kurban ini jangan hanya dimaknai sebagai penyembelihan hewan saja tapi melupakan maknanya yang begitu dalam.
"Apapun yang kita cintai bisa kita berikan sebagai pengorbanan atau persembahan untuk mewujudkan kemaslahatan bagi masyarakat luas. Bisa jadi kita mengorbankan pikiran, tenaga, bahkan jiwa serta raga bagi bangsa dan negara, sebagai bentuk rasa syukur dan kontribusi untuk bumi pertiwi," tandasnya.