Lowongan Kerja di Indonesia Terbatas, Menteri P2MI: Solusinya Keluar Negeri
Karding mengatakan, sulitnya penyerapan tenaga kerja di dalam negeri disebabkan sejumlah hal, termasuk banyaknya pemutusan hubungan kerja.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding mengatakan, kebijakan pengiriman tenaga kerja keluar negeri merupakan sebuah solusi untuk mengatasi keterbatasan lowongan kerja di dalam negeri.
"Untuk menyerap tenaga kerja, kalau mau jujur dalam negeri ini agak sulit. Solusinya apa? Solusinya keluar negeri," kata Karding di Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (3/6).
Karding mengatakan, sulitnya penyerapan tenaga kerja di dalam negeri disebabkan sejumlah hal, termasuk banyaknya pemutusan hubungan kerja, investasi-investasi yang bukan padat karya serta bonus demografi.
Terkait peluang bekerja di luar negeri, dia menyampaikan saat ini Kementerian P2MI menjalin kerja sama dengan pihak luar negeri untuk menerapkan kebijakan pemutihan terhadap para pekerja migran nonprosedural agar dapat terdata secara resmi.
Kemudian di bidang pengawasan dan penindakan, pihaknya juga melakukan penegakan hukum terhadap calo atau makelar serta perusahaan yang nakal mengirim tenaga kerja secara ilegal.
"Ini akan kami bekukan dan diberi sanksi," tegasnya, dikutip dari Antara.
Angka Pengangguran di RI
Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi tingkat pengangguran (unemployment rate) di Indonesia bakal naik mencapai 5 persen pada 2025. Prediksi pengangguran yang dikutip dari World Economic Outlook Edisi April 2025 ini naik dari angka tahun lalu yang hanya 4,9 persen.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli menyatakan tingkat pengangguran pada Februari 2025 sebagaimana data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) sebesar 4,76 persen, turun 0,06 persen poin dibandingkan dengan angka pada Februari 2024.
"Proyeksi boleh saja, tetapi kalau dari Sakernas, kemarin sudah turun ya 4,76," kata Yassierli menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Istana Kepresidenan RI dikutip di Jakarta, Selasa (3/6).
Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2025, yang diakses dari laman resmi Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, jumlah angkatan kerja pada Februari 2025 mencapai 153,05 juta orang, naik 3,67 juta orang dibandingkan Februari 2024.
Kemudian, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) pada Februari 2025 naik sebesar 0,80 persen poin dibandingkan dengan Februari 2024.
Dari sumber survei yang sama, jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2025 sebanyak 145,77 juta orang, naik 3,59 juta orang apabila dibandingkan Februari 2024.
Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2025 sebesar 4,76 persen, turun 0,06 persen poin dibandingkan TPT pada Februari 2024.