Longsor Tebing Setinggi 20 Meter sempat Tutupi Jalur Selatan Jawa di Limbangan
Longsoran material tanah menutup setengah badan jalan sehingga polisi harus memberlakukan sistem buka tutup.
Longsor terjadi ketika hujan deras mengguyur wilayah Cijolang, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Kamis (13/3) malam. Longsoran material tanah menutup setengah badan jalan sehingga polisi harus memberlakukan sistem buka tutup untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut, Iptu Aang Andi Suhandi mengatakan bahwa longsor terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Sejak terjadinya longsor, arus lalu lintas dari arah Bandung dan Garut menurutnya sempat terjadi pelambatan karena salah satu jalur tertutup material tanah.
"Material tanah ini longsor dari tebing setinggi 20 meter dengan panjang mencapai sekitar 15 meter dan menutup setengah badan jalan. Untuk ketinggian material tanah yang menutup jalan sekitar 1 meter," kata Aang.
Menurut Aang, sejak terjadinya longsor pihaknya langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan jalur agar tidak terjadi kemacetan. Proses evakuasi manual pun dilakukan sementara sampai alat berat datang ke lokasi kejadian.
Dia menyebutkan bahwa sejak terjadinya longsor kondisi arus tersendat cukup lama, atau sekitar 3 jam lamanya.
"pukul 22.30 WIB kondisi arus lalu lintas sudah mulai mencair dan alat berat dari Nagreg juga sekarang sudah ada di lokasi kejadian, untuk melakukan pembersihan material tanah yang menutup jalan," sebutnya.
Selain longsor, sejumlah rumah di Kampung Pulosari, Desa Cijolang, Limbangan, Garut juga terendam baanjir. Muhammad Nur, salah seorang warga setempat mengatakan bahwa tinggi air hampir merendam rumah setinggi mata kaki.
"Ini baru pertama kalinya air sampai merendam rumah. Mudah-mudahan ada solusi kedepannya dan tidak terjadi kejadian seperti ini lagi," katanya.
Selain di Limbangan, di wilayah Tarogong Kidul dan Kaler belasan rumah rusak saat hujan deras dan angin kencang. Selain itu juga, sebuah pohon besar tumbang dan menutup akses utama dari wilayah Tarogong menuju Samarang.
Wakapolres Garut, Kompol Bayu Tri Nugraha Hidayat mengatakan bahwa setidaknya 11 rumah rusak akibat hujan yang disertai angin kencang di wilayah Kecamatan Tarogong Kaler.
"Di wilayah Tarogong Kidul, sebuah pohon tumbang menutup jalan dan menimpa dua bangunan rumah dan warung pulsa," katanya.
Bayu memastikan bahwa dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun luka. Untuk kerugian materi, pihaknya saat ini masih melakukan penghitungan.
"Untuk pohon yang tumbang saat ini sudah berhasil dievakuasi oleh tim dari TNI-Polri, BPBD, Damkar, dan unsur lainnya karena kejadiannya tadi sekitar pukul 15.00. Dan untun rumah-rumah yang rusak juga audah dievakuasi pemilik dibantu tim dari Polsek dan Koramil," pungkasnya.