Layanan Transjakarta di 3 Koridor Ini Telat 30 Menit, Terungkap Penyebanya
Keterlambatan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 30 menit dari jadwal normal.
Sejumlah armada Transjakarta mengalami keterlambatan layanan pada jam sibuk pagi ini, Selasa (14/10/2025), terutama di Koridor 9 (Pluit–Pinang Ranti), Koridor 9A (PGC 2–Grogol), dan Koridor S11 (BSD–Grogol).
Keterlambatan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 30 menit dari jadwal normal akibat antrean panjang truk kontainer di kawasan Grogol hingga Tomang.
“Hal ini disebabkan adanya antrean panjang truk kontainer yang signifikan mulai dari lampu merah Grogol hingga ke arah Tomang,” ujar Kepala Departemen CSR dan Humas Transjakarta, Ayu Wardhani, Selasa (14/10).
Transjakarta Lakukan Penyesuaian Rute
Untuk meminimalkan dampak keterlambatan dan waktu tunggu pelanggan, Transjakarta menerapkan penyesuaian pola operasi di Koridor 9.
“Bus dari arah Pluit dijalankan dengan pola operasi satu normal dan satu masuk tol (1 toll dan 1 normal). Bus yang masuk tol akan mengambil jalur Jembatan Besi dan keluar di Kemanggisan,” jelas Ayu.
Langkah ini diambil untuk menjaga kelancaran arus bus dan meminimalkan penumpukan penumpang di halte-halte utama, terutama di kawasan Tomang dan Grogol yang menjadi titik padat lalu lintas.
Permohonan Maaf dan Imbauan bagi Penumpang
Ayu menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan setia Transjakarta atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Ia menegaskan bahwa pihaknya tengah memantau situasi di lapangan secara intensif agar layanan bisa kembali normal secepatnya.
“Kami terus memantau situasi di lapangan secara intensif dan berupaya maksimal agar layanan dapat segera kembali normal,” tegasnya.
Transjakarta juga mengimbau penumpang yang berencana menggunakan layanan di Koridor 9, 9A, dan S11 agar mengantisipasi potensi tambahan waktu perjalanan.
“Pelanggan kami imbau untuk selalu memperbarui informasi terkini mengenai status layanan dan rute Transjakarta di aplikasi TJ: Transjakarta atau media sosial resmi Transjakarta,” kata Ayu.
Meskipun terjadi keterlambatan, seluruh layanan Transjakarta tetap beroperasi seperti biasa. Petugas lapangan dan tim pengatur lalu lintas bekerja sama untuk mengurai kepadatan kendaraan berat di jalur-jalur utama yang bersinggungan dengan rute busway.
Situasi ini menjadi pengingat pentingnya koordinasi lintas instansi dalam pengaturan arus kendaraan logistik, khususnya di kawasan rawan macet seperti Tomang dan Grogol yang menjadi jalur vital penghubung barat–timur Jakarta.