KSP: Pesantren Darul Mukhlisin Aceh Tamiang Prioritas Pemulihan Pemerintah Pusat
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari menegaskan Pesantren Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat untuk pemulihan pasca-bencana banjir bandang. Instruksi ini datang langsung dari Seskab, menunjukkan komitm
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari melakukan kunjungan kerja ke Aceh Tamiang pada Kamis (15/1). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan proses pemulihan pasca-bencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Qodari secara khusus meninjau kondisi Pondok Pesantren Islam Terpadu Darul Mukhlisin.
Dalam kunjungannya, KSP Muhammad Qodari menyatakan bahwa Pesantren Darul Mukhlisin mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat. Perhatian ini mencakup upaya pemulihan cepat pasca-bencana yang menghantam pesantren tersebut. Instruksi penanganan disampaikan langsung oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Instruksi khusus dari Seskab tersebut bersumber dari arahan Presiden untuk penanganan Pesantren Darul Mukhlisin. Hal ini menunjukkan komitmen tinggi pemerintah dalam membantu pemulihan fasilitas pendidikan keagamaan. Koordinasi penanganan melibatkan Kementerian Kehutanan dan berbagai pihak terkait lainnya.
Perhatian Pusat dan Instruksi Khusus Penanganan
KSP Muhammad Qodari mengungkapkan adanya instruksi khusus dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya terkait pemulihan Pesantren Darul Mukhlisin. Instruksi ini disampaikan melalui grup menteri, menegaskan prioritas penanganan. Pemerintah pusat berupaya membersihkan dan memulihkan pesantren secepatnya.
Penanganan pasca-bencana di Pesantren Darul Mukhlisin melibatkan berbagai kementerian dan lembaga. Kementerian Kehutanan menjadi salah satu pihak yang turut serta dalam upaya pembersihan puing dan kayu. Ini menunjukkan sinergi antarlembaga dalam menghadapi dampak bencana alam.
Qodari meninjau langsung asrama perempuan yang masih berlumpur dan puing-puing sisa banjir. Ia juga melihat kompleks asrama pria yang sempat viral karena dikelilingi kayu-kayu besar. Kunjungan ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memantau progres pemulihan.
Kondisi Pesantren Pasca-Banjir dan Upaya Pemulihan
Saat meninjau lokasi, KSP Muhammad Qodari sempat tertegun mendengar cerita dari ustadz pengurus pesantren. Ustadz tersebut menceritakan bagaimana santri bertahan hidup hanya dengan air kelapa selama beberapa hari saat banjir bandang. Kisah ini menggambarkan beratnya situasi yang dihadapi Pesantren Darul Mukhlisin.
Pengurus pesantren juga mengisahkan fenomena aneh saat banjir, di mana kayu-kayu besar hanyut dan "tawaf" mengelilingi masjid tanpa menyentuhnya. Pendiri Pesantren Darul Mukhlisin, Zakwan, menjelaskan tembok pesantren menjadi pelindung rumah warga dari hempasan kayu. Konsekuensinya, bangunan pesantren mengalami kerusakan parah akibat air, kayu, dan lumpur.
Zakwan menyampaikan bahwa saat ini situasi pesantren sudah bersih dari tumpukan kayu-kayu besar. Pembersihan ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, dan BUMN seperti Wika. Kehadiran berbagai elemen ini mempercepat proses pemulihan Pesantren Darul Mukhlisin.
Meskipun sudah bersih, kegiatan belajar mengajar di Pesantren Darul Mukhlisin masih berlangsung secara pulang pergi. Santri belum bisa kembali menginap di asrama karena kondisi asrama laki-laki dan perempuan belum memungkinkan. Perluasan dan perbaikan fasilitas masih menjadi prioritas utama.
Harapan dan Kebutuhan Pesantren ke Depan
Pendiri Pesantren Darul Mukhlisin, Zakwan, secara khusus menyampaikan permohonan bantuan sarana dan prasarana kepada pemerintah pusat. Bantuan ini sangat dibutuhkan untuk pengoperasian kembali pesantren secara penuh. Pesantren ini merupakan salah satu yang terbesar di Aceh Tamiang.
Kondisi asrama yang belum layak huni menjadi kendala utama bagi santri untuk kembali tinggal di pesantren. Proses rehabilitasi asrama menjadi langkah krusial agar santri dapat beraktivitas seperti sedia kala. Dukungan pemerintah diharapkan dapat mempercepat proses ini.
Zakwan berharap agar semua pihak dapat terus memberikan doa dan dukungan agar pemulihan Pesantren Darul Mukhlisin berjalan lancar. Dengan pulihnya fasilitas, kegiatan belajar mengajar dapat kembali normal dan santri dapat melanjutkan pendidikan dengan nyaman.
Sumber: AntaraNews