Rehabilitasi Ponpes Darul Mukhlisin Aceh Tamiang Dikebut, KSP Pastikan Atensi Pemerintah Pusat
Rehabilitasi Ponpes Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang terus dikebut usai diterjang banjir. Kepala Staf Kepresidenan turut meninjau langsung, memastikan pemulihan fasilitas pendidikan menjadi atensi pemerintah.
Pondok Pesantren Darul Mukhlisin di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, kini memasuki tahap rehabilitasi lanjutan pasca-pembersihan ribuan batang kayu sisa banjir. Upaya ini bertujuan memulihkan kembali fungsi pendidikan dan asrama santri secara bertahap.
Pimpinan Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Mulkana, menjelaskan bahwa pembahasan rehabilitasi lanjutan telah dilakukan bersama Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari saat kunjungan langsung pada Kamis (15/1). Kunjungan tersebut menjadi penanda seriusnya perhatian pemerintah pusat terhadap pemulihan pesantren ini.
Rehabilitasi ini menjadi prioritas agar santri dapat kembali melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) dan tinggal di asrama. Target pemulihan penuh fasilitas asrama diharapkan dapat tercapai sebelum bulan Ramadhan 2026.
Pembersihan Kayu Sisa Banjir dan Keterlibatan Berbagai Pihak
Sebelumnya, lingkungan Pondok Pesantren Darul Mukhlisin sempat tertutup tumpukan kayu besar sisa banjir yang mengganggu aktivitas. Namun, melalui operasi intensif selama hampir 20 hari, ribuan batang kayu tersebut berhasil disingkirkan.
Operasi pembersihan melibatkan puluhan alat berat yang bekerja siang malam, termasuk sekitar 30 unit ekskavator penjepit dan buldoser. Alat-alat ini digunakan untuk memotong, mengangkat, menyusun, serta mengamankan kayu-kayu banjir ke lokasi penampungan sementara.
Proses pembersihan ini merupakan hasil kolaborasi banyak pihak, mulai dari Kementerian Pekerjaan Umum, berbagai BUMN konstruksi, Brimob Polri, TNI, hingga unsur pemerintah daerah. Seluruh ruang kelas di lingkungan pesantren kini telah steril dari endapan lumpur dan siap untuk tahapan perbaikan sarana belajar.
Meskipun demikian, area luar pondok masih membutuhkan penataan lanjutan, seperti perataan tanah, penimbunan kembali lapangan, serta perbaikan saluran. Hal ini penting untuk memastikan keamanan dari potensi banjir susulan di masa mendatang.
Atensi Pemerintah Pusat dan Kunjungan Kepala Staf Kepresidenan
Mulkana mengungkapkan bahwa perhatian pemerintah pusat terhadap Pondok Pesantren Darul Mukhlisin semakin menguat pasca-pembersihan besar-besaran. Puncaknya adalah kunjungan Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari beserta timnya untuk meninjau langsung kondisi pesantren.
"Kita ceritakan semua kondisi kita bagaimana kita butuh sarana mobililer untuk kegiatan KBM (kegiatan belajar mengajar), juga sarana asrama untuk santri bisa boarding. Targetnya kan Ramadhan (2026) kita bisa boarding. Jadi kemarin udah kita obrolin juga, kita sampaikan pada Pak Qodari," kata Mulkana.
Menurut Mulkana, rehabilitasi lanjutan Ponpes ini telah menjadi pembahasan di kalangan sejumlah menteri terkait di jajaran pemerintah pusat dan menjadi atensi khusus untuk segera ditangani. Muhammad Qodari menyebutkan bahwa Pondok Darul Mukhlisin menjadi fokus dalam obrolan para menteri untuk mendapatkan bantuan.
Dalam kunjungan tersebut, pemerintah memetakan kebutuhan rehabilitasi lanjutan secara detail. Fokus utamanya adalah pengadaan mobililer kelas, sarana asrama, MCK, serta fasilitas pendukung kegiatan belajar santri.
Harapan Pemulihan dan Kondisi Terkini Kegiatan Belajar
Pondok Darul Mukhlisin saat ini menampung 205 santri tingkat SMP dan SMA, didukung oleh 52 dewan guru dan staf pengajar. Meskipun kegiatan belajar mengajar telah kembali berjalan, para santri belum dapat tinggal di asrama.
Kondisi asrama putra dan putri masih memerlukan rehabilitasi secara bertahap sehingga belum memungkinkan untuk dihuni. Hal ini membuat santri harus pulang-pergi untuk mengikuti pelajaran.
Mulkana berharap seluruh fasilitas pesantren dapat segera pulih sepenuhnya. Dengan demikian, kegiatan belajar dan asrama dapat kembali aktif secara normal sebelum Ramadhan 2026, sesuai target yang telah ditetapkan.
Pemulihan ini diharapkan dapat mengembalikan kenyamanan dan efektivitas proses pendidikan bagi seluruh santri. Dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat dan berbagai pihak sangat krusial dalam mewujudkan harapan tersebut.
Sumber: AntaraNews