KSOP Batam Pastikan Kapal Oceanna 1 Laik Laut Sebelum Insiden Mati Mesin
Insiden Kapal Oceanna 1 mati mesin di tengah laut memicu pertanyaan publik. KSOP Batam memastikan kapal tersebut laik laut sebelum berangkat, meski terjadi gangguan teknis.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam angkat bicara terkait insiden mati mesin Kapal Oceanna 1. Kapal ferry MV Oceanna 1 mengalami gangguan teknis di tengah laut pada 23 November 2025. Peristiwa ini terjadi saat kapal berlayar dari Batam menuju Tanjungpinang.
Insiden tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran karena penumpang harus menunggu kapal bantuan selama dua jam. Namun, seluruh 162 penumpang dan tujuh kru berhasil dievakuasi dengan selamat. Kepala KSOP Khusus Batam, M Takwim Masuku, memberikan klarifikasi resmi mengenai kejadian ini.
Pihak KSOP menegaskan bahwa Kapal Oceanna 1 telah dinyatakan laik laut sebelum keberangkatan. Meskipun demikian, gangguan mesin tetap terjadi. Investigasi lebih lanjut akan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kerusakan mesin kapal.
Klarifikasi Kelaikan Kapal Oceanna 1
KSOP Khusus Batam memastikan bahwa Kapal Oceanna 1 dalam kondisi laik laut saat berangkat. M Takwim Masuku menyatakan kapal sudah memenuhi standar keselamatan pelayaran. Sertifikat Keselamatan Kapal MV Oceanna 1 juga masih berlaku hingga 27 November 2025.
“Berdasarkan Master Sailing Declaration yang ditandatangani oleh Nakhoda Oceanna 1 berada dalam keadaan siap berlayar dan laik laut pada saat keberangkatan, termasuk seluruh sistem navigasi dan permesinan dalam kondisi baik,” kata M Takwim Masuku. Pernyataan ini menegaskan kesiapan kapal sebelum insiden mati mesin.
Kapal diberangkatkan dari Pelabuhan Penumpang Domestik Telaga Punggur menuju Tanjungpinang. Kapal membawa 162 orang penumpang dan tujuh kru kapal. Kondisi mesin kapal Oceanna 1 pada saat itu tercatat normal dan berfungsi baik.
Kronologi dan Penanganan Insiden Mati Mesin
Insiden mati mesin Kapal Oceanna 1 terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Gangguan tersebut dialami pada bagian mesin kiri kapal. Menurut Takwim, masalah ini di luar kendali unsur kelaikan kapal yang sudah teruji.
Penumpang harus menunggu kapal bantuan selama kurang lebih dua jam di lautan. Penantian ini sempat didokumentasikan dan diunggah di media sosial. Hal tersebut memicu pertanyaan publik mengenai kondisi kelaikan kapal.
Seluruh penumpang akhirnya berhasil dievakuasi menggunakan kapal MV Oceanna 2. Kapal bantuan tersebut kemudian membawa mereka melanjutkan perjalanan menuju Tanjungpinang. Proses evakuasi berjalan lancar meskipun membutuhkan waktu.
Takwim menjelaskan bahwa lamanya waktu tunggu kapal bantuan disebabkan persoalan teknis. Menyiapkan kapal kosong untuk membawa banyak penumpang memerlukan proses. “Kapal (bantuan) posisinya sudah ready, untuk menggerakkan kapal kosong dari Tanjungpinang itu membutuhkan waktu,” ujarnya.
Investigasi dan Evaluasi Menyeluruh
KSOP Khusus Batam kini berkoordinasi dengan KSOP Kelas Tanjungpinang. Koordinasi ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap Kapal Oceanna 1. Pemeriksaan akan mencari tahu penyebab pasti kerusakan mesin kapal.
Takwim berharap hasil pemeriksaan dapat segera diketahui. Evaluasi terhadap kapal MV Oceanna akan dilakukan secara menyeluruh. Hal ini penting untuk mencegah insiden serupa terulang di masa mendatang.
Pihak KSOP juga meminta manajemen MV Oceanna untuk memperbaiki kualitas layanan kapalnya. Peningkatan kualitas layanan menjadi prioritas utama. Ini demi kenyamanan dan keselamatan penumpang.
Sumber: AntaraNews