Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 17 penumpang KM Lapopo Expres yang mengalami gangguan mesin di perairan Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, pada Jumat (6/3). Insiden ini terjadi setelah kapal dilaporkan mati mesin saat berlayar di wilayah tersebut, memicu respons cepat dari otoritas terkait. Pihak keluarga korban segera melaporkan kejadian ini untuk penanganan lebih lanjut.
Koordinator Unit Siaga SAR Banggai Laut, Erdiansyah, menjelaskan bahwa laporan diterima pada Kamis (5/3) sekitar pukul 17.25 Wita. Kapal mengalami masalah teknis mati mesin di perairan Matanga, yang kemudian ditindaklanjuti dengan operasi penyelamatan. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan sehat dan selamat, tanpa ada korban jiwa atau luka serius.
Operasi penyelamatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Syahbandar, BPBD, PMI, dan masyarakat setempat, menunjukkan sinergi dalam penanganan darurat. Setelah evakuasi, para korban diserahkan kembali kepada keluarga mereka di Pelabuhan Kaukes, Kecamatan Bokan Kepulauan, menandai berakhirnya operasi yang sukses.
Advertisement
Advertisement
KM Lapopo Expres dilaporkan mengalami gangguan mesin pada pukul 09.15 Wita saat berada di perairan Matanga, Kabupaten Banggai Laut. Kejadian ini memicu kekhawatiran akan keselamatan para penumpang di tengah laut. Lokasi spesifik insiden berada pada koordinat 1°40'22.92"S - 123°47'40.44"E, yang terletak di arah tenggara dari Unit Siaga SAR Banggai Laut.
Laporan mengenai insiden mati mesin ini pertama kali diterima oleh Unit Siaga SAR Banggai Laut dari keluarga korban. Informasi cepat ini sangat krusial dalam memulai operasi pencarian dan penyelamatan. Respons yang sigap dari pihak keluarga dan tim SAR menjadi kunci keberhasilan evakuasi ini.
Erdiansyah menekankan pentingnya respons cepat dan koordinasi antarpihak dalam menghadapi situasi darurat seperti ini. Kesiapsiagaan tim SAR dan informasi akurat dari pelapor sangat membantu dalam menentukan lokasi dan strategi penyelamatan. Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya pengecekan rutin sebelum berlayar.
Advertisement
Advertisement
Dalam operasi pencarian dan penyelamatan, tim SAR gabungan mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk mencapai lokasi kejadian. Personel SAR bekerja sesuai dengan rencana operasi yang telah ditetapkan, memastikan setiap langkah dilakukan secara sistematis. Mereka juga mematuhi standar operasional prosedur (SOP) Basarnas untuk menjamin keselamatan selama proses evakuasi.
Pada pukul 19.45 Wita, tim SAR gabungan berhasil menemukan posisi kapal pada jarak sekitar 2,2 kilometer dari lokasi kejadian. Keberhasilan penemuan ini menjadi titik balik penting dalam operasi penyelamatan yang intensif. Selanjutnya, seluruh korban dievakuasi menuju Pelabuhan Kaukes, Kecamatan Bokan Kepulauan.
Proses evakuasi berjalan lancar, dan semua penumpang dilaporkan dalam keadaan sehat tanpa cedera. Setelah tiba di Pelabuhan Kaukes, para korban diserahkan kepada pihak keluarga. Ini menandai keberhasilan operasi SAR dalam menyelamatkan semua individu yang terlibat dalam insiden tersebut.
Advertisement
Advertisement
Menyusul insiden mati mesin KM Lapopo Expres, Erdiansyah mengimbau para penyedia jasa transportasi laut untuk selalu mengedepankan standar keselamatan pelayaran. Pengecekan komponen mesin dan komponen penting lainnya sebelum berlayar adalah langkah krusial yang tidak boleh diabaikan. Hal ini bertujuan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang.
Operasi SAR ini melibatkan kolaborasi erat antara Unit Siaga SAR Banggai Laut dengan Syahbandar, BPBD, PMI, dan masyarakat setempat. Sinergi antarlembaga dan partisipasi aktif masyarakat sangat membantu dalam mempercepat proses pencarian dan evakuasi. Keberhasilan operasi ini menunjukkan kekuatan kerjasama dalam penanganan bencana.
Setelah seluruh penumpang berhasil dievakuasi dan dipastikan selamat, operasi SAR dinyatakan selesai oleh Koordinator Unit Siaga SAR Banggai Laut. Adapun para korban KM Lapopo Expres yang mengalami insiden mati mesin yakni Mashuri (Nahkoda), Laode Zaila, Seni, Iswanto, Zubaedah, Latutu, Hendrik, Rudi, Nely, Nyatuo, Mukmin, Risma, Fikri, Harsono, Budi, Undu, dan Henra.
Advertisement
Sumber: AntaraNews