Kronologi Dua Pendaki Indonesia Meninggal di Puncak Carstensz
Dua pendaki wanita, Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti Poegiono, tewas di Puncak Carstensz diduga karena AMS atau hipotermia saat turun.
Di lembah danau Pegunungan Jayawijaya, Carstensz Pyramid atau Puncak Jaya. (Dok: Instagram @like_papua @bruchertpastor)
(@ 2023 merdeka.com)Suatu insiden tragis terjadi di Puncak Carstensz, Papua. Pada tanggal 1 Maret 2025, dua pendaki perempuan, yaitu Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti Poegiono, yang berasal dari Jakarta dan Bandung, ditemukan telah meninggal dunia saat mereka melakukan pendakian menuju puncak tertinggi di Indonesia.
Peristiwa memilukan ini terjadi saat keduanya sedang dalam perjalanan turun dari Puncak Carstensz, yang juga dikenal dengan nama Puncak Jaya atau Carstensz Pyramid.
Keduanya adalah bagian dari sebuah tim ekspedisi yang terdiri dari sepuluh pendaki lainnya, termasuk musisi terkenal Fiersa Besari dan lima pemandu gunung profesional. Ekspedisi yang dimulai pada akhir Februari 2025 ini, sayangnya, berakhir dengan tragedi yang sangat menyedihkan.
Jenazah Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti Poegiono kemudian dievakuasi menggunakan helikopter menuju Mimika sebelum akhirnya dijemput oleh pihak keluarga mereka. Lantas, bagaimana kronologi meninggalnya dua pendaki tersebut? Berikut ini adalah informasi yang dirangkum oleh Liputan6 pada hari Minggu (2/3).
Kronologi Pendakian
Kedua pendaki memulai perjalanan mereka sebagai bagian dari sebuah ekspedisi yang melibatkan total 15 orang, terdiri dari 10 pendaki yang berasal dari berbagai daerah dan 5 pemandu gunung yang memiliki pengalaman luas.
Mereka terbang menggunakan helikopter hingga mencapai Lembah Kuning, sebelum melanjutkan perjalanan dengan cara berjalan kaki. Sayangnya, kondisi cuaca yang sangat ekstrem di ketinggian tersebut diduga menjadi penyebab terjadinya AMS atau hipotermia pada kedua pendaki tersebut.
Berita mengenai meninggalnya Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono telah dikonfirmasi oleh jurnalis Andreas Harsono melalui akun media sosial X miliknya. Ia menjelaskan bahwa Lilie adalah teman lamanya semasa Sekolah Menengah Akhir (SMA).
"Lilie Wijayati dan Elsa Laksono, keduanya berumur 60 tahun, meninggal dunia karena kedinginan di Puncak Cartens, dekat Timika, Papua. Lilie perancang busana di Bandung, Elsa dokter gigi di Jakarta. Mereka alumni SMA Dempo Malang tahun 1984," ungkap Andreas.
Informasi ini menambah duka mendalam bagi keluarga dan teman-teman mereka, serta menjadi pengingat akan bahaya yang dapat dihadapi saat mendaki gunung.
Ekspedisi ke Titik Tertinggi
Pendakian menuju Puncak Carstensz dilakukan oleh kelompok yang terdiri dari sepuluh pendaki, yang mencakup peserta dari Indonesia, Rusia, dan Turki. Tim ini didampingi oleh lima pemandu dan memulai perjalanan mereka dengan menggunakan helikopter hingga tiba di Lembah Kuning, yang menjadi titik awal untuk pendakian menuju puncak.
Puncak Carstensz, atau yang juga dikenal sebagai Puncak Jaya, adalah gunung tertinggi di Indonesia dengan ketinggian mencapai 4.884 meter di atas permukaan laut (mdpl). Jalur yang harus dilalui para pendaki dikenal sebagai salah satu yang paling ekstrem di dunia, karena memiliki suhu yang sangat dingin, curah hujan yang tinggi, serta medan berbatu yang cukup menantang.
Lilie Wijayati dan Elsa Laksono, yang merupakan lulusan dari SMA Dempo Malang, turut serta dalam ekspedisi ini sebagai bagian dari misi pribadi mereka untuk menaklukkan tujuh puncak tertinggi yang ada di Indonesia. Bagi Lilie, pencapaian Puncak Carstensz adalah puncak terakhir yang ingin ia raih dalam daftar pendakiannya.
Andreas, salah satu anggota tim, menyampaikan informasi mengenai kondisi kesehatan pendaki, "Selain Lilie Wijayati dan Elsa Laksono, ada tiga pendaki lain terkena hipotermia. Kesehatan mereka sudah membaik, kini tunggu evakuasi." Hal ini menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh tim selama pendakian dan pentingnya perhatian terhadap keselamatan setiap anggota.
Hipotermia di Lembah Kuning
Andreas mengungkapkan bahwa jenazah kedua pendaki ditemukan di Lembah Kuning. Awalnya, mereka melakukan perjalanan menggunakan helikopter dan mendarat di Lembah Kuning, tetapi sayangnya, mereka mengalami hipotermia. Kondisi fisik yang semakin memburuk membuat keduanya akhirnya menghembuskan napas terakhir di lokasi tersebut.
"Lilie meninggal di urutan terakhir: Puncak Cartenz, Papua. Lilie dan Elsa ikut kelompok pendaki Puncak Cartenz, total 10 orang, termasuk 1 warga Rusia dan 2 warga Turki, dengan lima pemandu, naik helikopter sampai Lembah Kuning, perjalanan selanjutnya jalan kaki, namun mereka kedinginan dan meninggal," jelas Andreas.
Kedua korban baru dapat dievakuasi pada hari ini dan dibawa menggunakan helikopter dari Lembah Kuning menuju Timika. Setelah itu, jenazah mereka akan dibawa ke Jakarta untuk dijemput oleh pihak keluarga.
Hipotermia merupakan kondisi yang terjadi ketika suhu tubuh manusia mengalami penurunan drastis hingga di bawah 35 derajat Celsius, yang mengakibatkan organ tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik.
Gejala awal dari hipotermia biasanya ditandai dengan menggigil hebat, rasa lelah yang ekstrem, kebingungan, bahkan bisa berujung pada kehilangan kesadaran jika tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat.