Cerita Pengalaman Fiersa Besari Lewati Pendakian Carstensz Pyramid yang Ekstrem, Lokasi Lilie dan Elsa Meninggal Dunia

Fiersa menyatakan tebing yang curam memiliki ketinggian sekitar 600 meter.

Zulfa Ayu Sundari
Oleh Zulfa Ayu Sundari - Reporter
Cerita Pengalaman Fiersa Besari Lewati Pendakian Carstensz Pyramid yang Ekstrem, Lokasi Lilie dan Elsa Meninggal Dunia
Semangat yang sama juga membawa Fiersa naik gunung hingga ke atap Pulau Jawa, Gunung Semeru. Pendakian ini bukan hanya soal menaklukkan ketinggian, tetapi juga menemukan makna persahabatan da (© 2025 Liputan6.com)

Penyanyi sekaligus penulis Fiersa Besari menyampaikan ungkapan belasungkawa melalui akun Instagram-nya berkaitan terkait tragedi yang menimpa dua pendaki, yaitu Lilie Wijayanti Poegiono (Mamak Pendaki) dan Elsa Laksono, yang kehilangan nyawa saat melakukan pendakian di Carstensz Pyramid, Papua.

Dalam postingan tersebut, Fiersa menyatakan rasa duka yang mendalam dan berharap agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan untuk menghadapi cobaan ini.

"Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Semoga Bu Lilie dan Bu Elsa diberikan tempat terbaik di sisi-Nya," tulis Fiersa Besari dalam unggahannya pada Senin (3/3).

Dia juga menjelaskan dirinya terlibat dalam pendakian tersebut sebagai bagian dari tim yang terdiri atas tiga orang. Sedangkan Lilie dan Elsa berada dalam tim yang terpisah, yang terdiri dari empat orang pendaki.

"Kami ditemani para guide. Selain kami dan tamu-tamu WNA, hari itu ada juga tamu dari pihak Balai Taman Nasional yang turut mendaki," kata Fiersa.

Pendaki Rentan Alami Hipotermia

Fiersa Besari Ungkap Ekstremnya Pendakian Carstensz Pyramid
Semangat yang sama juga membawa Fiersa naik gunung hingga ke atap Pulau Jawa, Gunung Semeru. Pendakian ini bukan hanya soal menaklukkan ketinggian, tetapi juga menemukan makna persahabatan da © 2025 Liputan6.com

Carstensz Pyramid, yang terletak di Papua dikenal dengan medan pendakiannya yang sangat ekstrem. Fiersa menjelaskan tebing-tebing curam dengan ketinggian sekitar 600 meter, serta basecamp yang berada di ketinggian 4200 MDPL (meter di atas permukaan laut) dan puncak yang mencapai 4884 MDPL, membuat pendakian ini menjadi sebuah pengalaman yang sangat menantang bagi para pendaki.

Para pendaki diharuskan memiliki keterampilan dalam menggunakan alat tali untuk melakukan teknik naik dan turun (ascending dan rappelling) demi menjaga keselamatan mereka.

"Sebagai catatan, di ketinggian di atas 4000-an MDPL, apalagi dalam cuaca buruk, kita memang tidak boleh diam terlalu lama, sebab rentan terkena hipotermia," terangnya.

Beda Rombongan dengan 2 Korban

Tragedi yang menimpa Lilie dan Elsa baru diketahui Fiersa dan rekannya, Furky Syahroni, setelah mereka sampai di basecamp Yellow Valley (YV) pada malam hari, 28 Februari 2025.

"Rangkaian tragedi yang menimpa Bu Lilie dan Bu Elsa, juga tiga korban lainnya yang pada saat itu masih terjebak di area tebing, baru saya dan Furky Syahroni ketahui setelah kami tiba di basecamp YV (kami tiba 28 Februari 2025 - 22:48 WIT, dapat kabar 1 Maret 2025 sekitar 04 WIT)," ungkap Fiersa.

Pesan Fiersa untuk Netizen

Sang musikus mengungkapkan harapannya agar teman-teman dapat menahan diri untuk tidak mengeluarkan asumsi, teori, atau bahkan komentar yang tidak empati.

"Saya berharap kawan-kawan dapat menahan jempolnya untuk mengeluarkan asumsi, teori, apalagi komentar nirempati. Pakai energi untuk berdoa. Beri ruang untuk keluarga dan kerabat yang berpulang untuk berduka," ujarnya.

Dalam unggahannya, Fiersa juga menutup dengan ucapan salam lestari yang menunjukkan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang terlibat dalam proses penyelamatan. Dia sangat menghargai dukungan moral yang diberikan kepada para korban dan keluarga mereka, serta mengajak semua orang untuk bersama-sama memberikan perhatian dan doa dalam situasi yang sulit ini.

Rekomendasi