Gugup Usai Lama Cuti, Fiersa Basari Tak Sangka Banyak yang Bernyanyi di KLBB 2026
Tampil atraktif, Fiersa mengaku sempat merasa gugup sebelum naik ke atas panggung.
Musisi sekaligus penulis Fiersa Besari sukses memukau ribuan penonton dalam perhelatan KapanLagi Buka Bareng (KLBB) 2026 yang digelar di Stadion Madya, Jakarta, Sabtu (28/2).
Tampil atraktif, Fiersa mengaku sempat merasa gugup sebelum naik ke atas panggung. Hal ini karena baru saja menyelesaikan masa cuti panjangnya dari industri musik.
Keriuhan penonton yang memadati area stadion ternyata di luar ekspektasi pelantun lagu "Garis Terdepan" tersebut. Fiersa bahkan sempat terpikir untuk membatalkan penampilannya dan pulang, karena merasa grogi melihat lautan manusia yang menantikan kehadirannya di atas panggung setelah sekian lama absen.
"Seru banget, seru banget dan enggak nyangka sih tadi ternyata yang nyanyi banyak ya, kaget saya. Tadinya saya melihat penonton sebanyak itu cukup gugup karena sudah lama cuti kan kemarin. Wah, apa saya pulang aja?," kata Fiersa Basari usai mengisi acara KLBB 2026.
Berkah
Namun, rasa ragu itu seketika sirna saat ia mendengar ribuan orang ikut bernyanyi bersama. Baginya, antusiasme penonton yang masih setia mendengarkan karya-karyanya merupakan sebuah berkah yang luar biasa di tengah gempuran tren musik yang terus berubah cepat.
"Ya alhamdulillah, alhamdulillah masih ada yang dengerin lagu saya itu sebuah berkah ya, anugerah buat saya. Terima kasih kawan-kawan masih dengerin lagunya Fiersa," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fiersa juga membawakan lagu terbarunya yang berjudul "Tulang Punggung". Lagu ini memiliki makna mendalam tentang perjuangan seseorang yang harus mengorbankan impian pribadi demi keberlangsungan hidup dan kebahagiaan anggota keluarga yang mereka sayangi.
"Kita pasti pernah merasakan mengorbankan impian demi keluarga yang kita sayangin dan kita mendapatkan kebahagiaan yang lainnya yaitu ketika mereka enggak kelaparan, ketika mereka masih bisa bertahan hidup dengan pengorbanan-pengorbanan kita yang pada akhirnya kita jadi bahagia kan," jelasnya.
Respons Penonton
Fiersa mengaku tersentuh melihat respons penonton terhadap lagu tersebut, bahkan ada yang sampai meneteskan air mata. Baginya, tangisan penonton bukan menunjukkan kecengengan, melainkan adanya keterikatan emosional yang kuat antara pendengar dengan lirik lagu yang ia tulis.
"Jadi orang nangis itu bagi saya bukan cengeng, tapi mereka merasa lagu saya ikut menemani mereka dan itu menyenangkan sekali ya. Jadi rasa tangis itu menurut saya adalah rasa keterikatan dan keterkaitan dengan lagu-lagunya Fiersa," ungkap pria asal Bandung ini.
Selain membahas karya, Fiersa juga merefleksikan perjalanannya hingga berada di titik sekarang. Ia teringat masa sulit saat memulai karier, di mana ia harus merogoh kocek pribadi untuk membuat konser mandiri yang hanya dihadiri oleh 150 orang karena alirannya saat itu belum populer.
"Saya ingat di Braga waktu itu bikin konser sendiri pakai modal sendiri, dibantu oleh teman-teman. Akhirnya bisa bikin konser yang cuma dihadiri oleh 150-an orang tapi rasanya menyenangkan sekali. Dan itu konser yang sampai hari ini terkenang bagi saya," katanya.