KPAI Desak BGN Investigasi Menyeluruh Keracunan Massal Program Makan Bergizi Gratis
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan investigasi transparan terkait insiden keracunan massal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa 72 siswa di Jakarta Timur.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyuarakan desakan kuat kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera melakukan investigasi menyeluruh dan transparan. Desakan ini menyusul terungkapnya kasus keracunan massal yang menimpa puluhan siswa peserta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta Timur. KPAI juga meminta BGN untuk segera mengumumkan hasil uji laboratorium terkait penyebab pasti keracunan tersebut.
Insiden keracunan ini terjadi pada Kamis (2/4) dan berdampak pada 72 siswa dari empat sekolah berbeda di wilayah Jakarta Timur. Empat sekolah tersebut meliputi SMAN 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, dan SDN Pondok Kelapa 07.
Menanggapi kejadian serius ini, KPAI telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMAN 91 dan menjenguk anak-anak korban yang tengah menjalani perawatan intensif di beberapa rumah sakit. Saat ini, puluhan siswa tersebut dirawat di RSKD Duren Sawit, RSKD Pondok Kopi, dan RS Harum.
BGN Diminta Transparan Ungkap Penyebab Keracunan
Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, menegaskan bahwa BGN wajib melaksanakan investigasi menyeluruh secara transparan. Ia juga mendesak agar hasil uji laboratorium terkait penyebab keracunan segera diumumkan kepada publik tanpa ditunda-tunda.
Selain itu, KPAI menuntut BGN untuk bertanggung jawab penuh atas seluruh pengobatan dan biaya medis anak-anak yang menjadi korban. Jasra Putra menekankan pentingnya jaminan bahwa semua biaya perawatan ditanggung sepenuhnya hingga para korban pulih total.
Keterbukaan informasi dan penjaminan kesehatan korban menjadi langkah krusial untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap program MBG. KPAI berharap BGN dapat bertindak cepat dan akuntabel dalam menangani insiden ini.
Evaluasi Menyeluruh Sistem Tata Kelola MBG Mendesak Dilakukan
KPAI juga meminta Badan Gizi Nasional untuk melakukan evaluasi total terhadap sistem tata kelola Program Makan Bergizi Gratis. Evaluasi ini mencakup rantai pasok, dan standar penyimpanan di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Tujuan dari evaluasi ini adalah untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa mendatang. Perbaikan sistem yang komprehensif dianggap mendesak demi menjamin keamanan dan kualitas makanan yang disalurkan melalui program MBG.
Jasra Putra menambahkan bahwa BGN harus mendengarkan suara dan kekhawatiran anak-anak serta orang tua sebagai penerima manfaat program. Menurutnya, pemulihan program harus dimulai dari pelibatan perspektif mereka untuk memastikan keberhasilan dan keberlanjutan program MBG yang lebih baik.
Sumber: AntaraNews