Komisi VII DPR Dukung Pembukaan Biro ANTARA Luar Negeri, Perkuat Peran Media Nasional
Wakil Ketua Komisi VII DPR menyuarakan dukungan kuat terhadap rencana pembukaan kembali biro ANTARA di luar negeri, menegaskan pentingnya peran media nasional sebagai penyeimbang informasi dan corong pemerintah.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembukaan kembali kantor-kantor biro Perum LKBN ANTARA di berbagai negara. Pernyataan ini disampaikan saat memimpin kunjungan kerja Komisi VII DPR di Semarang pada Jumat lalu. Evita Nursanty menekankan bahwa ANTARA merupakan andalan utama sebagai sumber berita terpercaya di kancah internasional.
Menurut Evita, berita yang dihasilkan oleh ANTARA memiliki karakteristik netralitas yang tinggi, sekaligus mampu mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah secara objektif. Hal ini berbeda dengan beberapa sumber berita lain yang terkadang memiliki kepentingan tertentu dalam penyampaian informasinya. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia di mata dunia.
Senada dengan Evita, Wakil Ketua Komisi VII DPR Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menambahkan bahwa ANTARA, bersama RRI dan TVRI, memiliki peran krusial sebagai penyeimbang informasi di era "post truth" saat ini. Ketiga lembaga penyiaran ini harus mampu menjadi corong utama bagi pemerintah dan DPR. Mereka juga diharapkan menjadi penyambung lidah rakyat, memastikan aspirasi dan upaya pemerintah tersampaikan tanpa harus menunggu isu menjadi viral.
Memperkuat Kredibilitas Informasi Indonesia di Kancah Global
Dukungan Komisi VII DPR terhadap pembukaan biro ANTARA luar negeri didasari oleh pandangan bahwa Kantor Berita ANTARA memiliki kapabilitas untuk menyajikan berita yang netral dan akurat. Kredibilitas ini sangat penting untuk membentuk persepsi positif tentang Indonesia di mata dunia. Berita yang dihasilkan ANTARA dianggap mampu merepresentasikan kebijakan dan capaian pemerintah secara berimbang.
Evita Nursanty secara spesifik menyoroti pentingnya ANTARA sebagai sumber informasi yang tidak bias, terutama jika dibandingkan dengan media lain yang mungkin memiliki agenda tersembunyi. Kehadiran biro di luar negeri akan memastikan narasi Indonesia disampaikan langsung dari sumber terpercaya. Hal ini krusial untuk menangkal disinformasi dan berita palsu yang sering beredar di ranah global.
Peran ANTARA sebagai "corong utama pemerintah dan DPR" yang disampaikan oleh Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menunjukkan harapan besar terhadap lembaga ini. Melalui biro di luar negeri, ANTARA dapat secara proaktif menyebarkan informasi mengenai kebijakan dan program pembangunan. Ini akan membantu publik internasional memahami konteks dan tujuan dari setiap langkah yang diambil oleh Indonesia.
Peran Strategis ANTARA dalam Era Informasi Digital
Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Benny Siga Butarbutar, menjelaskan rencana strategis untuk pembukaan biro ANTARA luar negeri lebih lanjut. Benny menegaskan bahwa Kantor Berita ANTARA memegang peran vital dalam fungsi cek fakta di tengah derasnya arus informasi. Di era digital ini, kemampuan untuk memverifikasi kebenaran berita menjadi semakin esensial bagi masyarakat global.
ANTARA diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam menyajikan fakta dan data yang valid, sehingga dapat mengimbangi narasi yang mungkin bias atau menyesatkan. Keberadaan biro di berbagai negara akan memungkinkan ANTARA untuk mengumpulkan informasi secara langsung. Ini akan meningkatkan kecepatan dan akurasi pelaporan berita dari perspektif Indonesia.
Saat ini, Kantor Berita ANTARA telah memiliki dua biro di luar negeri, yaitu di Kuala Lumpur dan Beijing. Rencana untuk menambah jumlah biro menunjukkan komitmen ANTARA dalam memperluas jangkauan dan pengaruhnya. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memastikan informasi yang benar tentang Indonesia dapat diakses oleh khalayak internasional secara luas.
Sumber: AntaraNews