Kodam Diponegoro Buka Suara soal Viral Intel TNI Buntuti Anies Baswedan Berujung Foto Bareng: Kebetulan Ketemu
Viral di media sosial Anies Baswedan mendapati dibuntuti diduga intel. Ia bahkan mengajak dua orang tersebut foto bareng.
Viral video di media sosial (medsos) terlihat mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dipantau intel saat makan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Kabar video yang diunggah di akun TikTok Yu_Baswedan memergoki tiga anggota intel untuk bersalaman dan mengajak berfoto saat makan siang di warung Soto Mbok Giyem Karanganyar. Pihak Kodam IV Diponegoro Semarang kini telah memperdalam informasi mengenai temuan kabar tersebut.
"Jadi berdasarkan proses verifikasi lanjutan dan pendalaman internal, kami memperoleh kejelasan data bahwa tiga orang yang berada dalam foto bersama Bapak Anies Baswedan tersebut merupakan prajurit TNI AD dari unsur intel Kodim Karanganyar," kata Kapendam IV Diponegoro Semarang, Kolonel (Inf) Andy Soelistyo, Kamis (5/2).
Saat kejadian tiga anggota kebetulan sedang di warung Soto Mbok Giyem untuk melaksanakan pemantauan rutin di lingkungan kejaksaan setempat. Bahwa pertemuan antara tiga intel dengan Anies Baswedan di warung Soto itu sifatnya hanya kebetulan. Tak lama tiga intel diajak selfie oleh Anies.
"Pertemuan dengan Bapak Anies Baswedan di lokasi tersebut sifatnya kebetulan, dimana selanjutnya ketiga prajurit tersebut sedang makan siang usai melaksanakan kegiatan rutin pemantauan wilayah di lingkungan kejaksaan dan kemudian diajak berfoto bersama oleh Bapak Anies," ungkapnya.
Bantahan TNI
Adanya kabar yang menyebutkan intel membuntuti Anies Baswedan di Karanganyar sama sekali tidak benar. Intel yang dimaksud juga tidak melakukan pengawasan, pemantauan atau tujuan tertentu terhadap kegiatan Anies di Karanganyar.
Luruskan Spekulasi
"Jadi, kehadiran prajurit TNI AD di lokasi tersebut tidak berkaitan dengan sosok maupun aktivitas Bapak Anies, yang kita ketahui bersama bahwa saat ini beliau merupakan warga masyarakat biasa," jelasnya.
"Kami berharap penjelasan ini dapat meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang, sekaligus menjaga suasana tetap sejuk dan objektif, serta tidak mencederai kepercayaan publik terhadap profesionalisme TNI AD," pungkasnya.