Ketum ABKI Perkuat Diplomasi RI-Arab Saudi, Layanan Haji dan Investasi Dibahas
Selain investasi, Pemerintah Arab Saudi juga memastikan kesiapan pelayanan dan keamanan bagi jemaah haji Indonesia yang merupakan jamaah terbesar di dunia.
Pemerintah Arab Saudi kembali menegaskan komitmen investasi senilai lebih dari USD 40 miliar di Indonesia dalam pertemuan strategis antara Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman dan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Bin Abdullah H. Amodi di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta.
Komitmen investasi tersebut mencakup sektor energi terbarukan, lingkungan, hingga berbagai proyek strategis lainnya yang dinilai dapat memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.
Selain investasi, Pemerintah Arab Saudi juga memastikan kesiapan pelayanan dan keamanan bagi jemaah haji Indonesia yang merupakan jamaah terbesar di dunia.
Agenda Strategis
Pertemuan itu turut membahas sejumlah agenda strategis hubungan bilateral Indonesia dan Arab Saudi, di antaranya peningkatan layanan haji dan umrah, pembangunan Kampung Haji Indonesia di Mekkah, hingga usulan kebijakan bebas visa bagi warga negara Arab Saudi.
Ketua Umum Asosiasi Bursa Kerja Indonesia (ABKI), Habib Mohsein Saleh Badegel, menegaskan hubungan Indonesia dan Arab Saudi memiliki nilai historis dan strategis yang harus terus diperkuat melalui kolaborasi di berbagai bidang.
"Hubungan Indonesia dan Arab Saudi bukan hanya hubungan diplomatik antarnegara, tetapi juga hubungan persaudaraan yang memiliki nilai historis dan strategis bagi kedua bangsa. Karena itu, sinergi dan kolaborasi yang lebih luas perlu terus diperkuat,” ujar Habib Mohsein Saleh Badegel dalam pertemuan tersebut.
Meningkatkan Pelayanan
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menyampaikan apresiasi atas eratnya hubungan bilateral kedua negara. Ia juga mendukung berbagai langkah strategis untuk meningkatkan pelayanan masyarakat Indonesia, khususnya dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
Dalam pertemuan itu, pembahasan mengenai pembangunan “Kampung Haji” Indonesia di Mekkah juga menjadi perhatian utama. Program tersebut disebut menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto guna meningkatkan kenyamanan jamaah Indonesia selama berada di Tanah Suci.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap hubungan bilateral yang semakin erat, Pemerintah Arab Saudi turut menyampaikan undangan resmi kepada Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran terkait untuk menjadi Tamu Raja pada musim haji 2027.
Habib Mohsein Saleh Badegel berharap hasil pertemuan tersebut dapat mempercepat realisasi kerja sama konkret antara Indonesia dan Arab Saudi, baik di bidang investasi, ketenagakerjaan, ekonomi umat, maupun pelayanan keagamaan.
Pertemuan tersebut turut dihadiri perwakilan Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi, Essam Bobsaid, Ahmad Jamaluddin, dan Ketua LAZISNU PBNU Habib Ali Hasan Al-Bahar. Dari pihak Kantor Staf Presiden hadir Plt Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Heru Kreshna Reza serta Tenaga Ahli Utama Kedeputian I Ahmad Fuad Fanani.