Ace Hasan Harap Pemilihan Ketua Umum IKAL-Lemhannas Berjalan Kondusif
Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily menekankan pentingnya Pemilihan Ketua Umum IKAL-Lemhannas berlangsung kondusif, menepis isu dualisme demi menjaga kekompakan alumni.
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace Hasan Syadzily menyerukan agar proses Pemilihan Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni (IKAL)-Lemhannas berjalan kondusif. Permintaan ini disampaikan untuk menghindari potensi konflik internal di antara para anggota.
Pernyataan tersebut disampaikan Ace saat jumpa pers usai membuka Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) IKAL-Lemhannas pada Sabtu (11/4) di Gedung Lemhannas, Jakarta Pusat. Ia menekankan pentingnya semangat kenegarawanan dalam menghadapi perbedaan pilihan.
Ace Hasan berharap para peserta, yang telah dicetak sebagai negarawan, dapat menemukan solusi terbaik di tengah perbedaan. Tujuannya adalah memastikan IKAL-Lemhannas tetap solid dalam mendukung program pemerintah dan almamater.
Kontribusi Ketua Umum Terpilih untuk Ketahanan Negara
Ace Hasan menegaskan bahwa siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Ketua Umum IKAL-Lemhannas harus mampu berkontribusi signifikan. Kontribusi tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan negara dan mendukung program strategis pemerintah.
Hal ini, kata Ace, harus dilakukan jajaran IKAL-Lemhannas mengingat mereka merupakan tokoh pemimpin nasional. Para alumni telah dicetak di Lemhannas untuk memajukan bangsa dan berkontribusi secara nyata.
Oleh karena itu, peran Ketua Umum terpilih sangat krusial dalam mengarahkan organisasi. Kepemimpinan yang kuat dan visioner diperlukan untuk menjaga relevansi IKAL-Lemhannas dalam konteks pembangunan nasional.
Menepis Isu Dualisme dan Menjaga Solidaritas IKAL-Lemhannas
Ace Hasan secara tegas menampik kabar yang beredar mengenai dualisme antar beberapa pihak yang memperebutkan kursi Ketua Umum IKAL-Lemhannas. Isu tersebut sempat mencuat pasca kepemimpinan Agum Gumelar.
Menurutnya, sejauh ini tidak ada dualisme; semua ada di dalam satu kekeluargaan para alumni Lemhannas yang memiliki kekompakan. Kekompakan ini menjadi modal utama organisasi dalam menjalankan fungsinya.
Ia berharap kekompakan itu terus terjaga hingga akhirnya terpilih ketua umum yang definitif. Ace juga meminta proses pemilihan ketua umum itu didasari oleh kepentingan organisasi, bukan sebagian kelompok semata.
Ace Hasan, selaku Ketua Dewan Pembina, menyatakan akan terus menjaga agar kondisi tetap kondusif. Hal ini untuk memastikan IKAL-Lemhannas solid dalam mengawal kebijakan pemerintah dan almamater.
Latar Belakang Munaslub dan Bursa Calon Ketua Umum
Munaslub ini digelar setelah sebelumnya Agum Gumelar mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum IKAL pada Januari 2026. Agum Gumelar sebelumnya telah menjabat selama lima periode.
Sejak saat itu, IKAL dipimpin oleh Plt Ketua Umum Mustafa Abubakar hingga saat ini. Kehadiran pelaksana tugas ini menjaga keberlangsungan organisasi.
Beberapa nama pun sempat muncul dalam bursa Pemilihan Ketua Umum IKAL-Lemhannas. Beberapa di antaranya yakni Eks Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Dudung Abdulrachman dan Mustafa Abubakar.
Proses pemilihan ini diharapkan dapat menghasilkan pemimpin yang membawa IKAL-Lemhannas ke arah yang lebih baik. Pemimpin baru diharapkan mampu menjawab tantangan serta peluang di masa depan.
Sumber: AntaraNews