Ketahanan Pangan Kunci Keberlanjutan Program MBG di Tengah Ancaman Krisis Global
Ketahanan pangan dan energi merupakan kunci agar Indonesia tidak terlalu terdampak gejolak global
Krisis global dipicu ketegangan geopolitik dan tekanan ekonomi dunia berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian. Ketahanan pangan dan energi merupakan kunci agar Indonesia tidak terlalu terdampak gejolak global.
"Jika Indonesia mampu swasembada pangan dan energi, dampak tersebut dapat ditekan sehingga program sosial seperti makan bergizi gratis tetap berjalan," ujar Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti dalam keterangannya, Rabu (8/4).
Menurutnya, dengan skema yang lebih inklusif, program MBG tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"Jika ketahanan pangan dan energi diperkuat serta tata kelola program diperbaiki, maka program makan bergizi gratis dapat tetap berjalan meskipun berada di tengah tekanan krisis global," tuturnya.
Menurut Esther, program MBG tetap perlu dipertahankan karena merupakan janji politik Presiden sekaligus program strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
"Salah satu aspek yang perlu ditinjau adalah fokus wilayah sasaran, kecukupan nutrisi, serta standar keberhasilan program," imbuhnya.
Esther mengatakan bahwa keterlibatan UMKM tetap penting dalam mendukung keberhasilan program. Namun pemerintah perlu merancang skema lebih inklusif.
Esther juga menyoroti dampak konflik geopolitik global, termasuk ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Konflik tersebut berpotensi menghambat perdagangan internasional, terutama pada jalur distribusi energi dan bahan baku industri.
Dalam konteks itu, Esther menekankan bahwa kunci keberhasilan program MBG adalah memastikan pasokan bahan baku berasal dari dalam negeri.
"Program swasembada pangan dan swasembada energi yang dicanangkan pemerintah menjadi sangat penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasar global," tandasnya.
Di sektor pangan, Esther mendorong pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap penguatan infrastruktur pertanian.
Dukungan tersebut meliputi pembangunan irigasi, penyediaan pupuk, teknologi pertanian modern, akses pembiayaan petani, serta penguatan distribusi hasil panen.
Dengan infrastruktur yang memadai, produktivitas pertanian dapat meningkat dan Indonesia bisa memperkuat ketahanan pangan dan sangat efektif untuk mendukung ketersediaan pasokan lokal MBG.