Kesaksian Warga di Jalan Penuh Lubang Matraman Raya: Tiap Bulan Ditambal
Memantau langsung lokasi kejadian, terlihat aspal di sepanjang Jalan Matraman Raya memang tidak rata.
Kecelakan tunggal di Matraman Raya pada Senin (10/2) menuai perhatian publik. Seorang pelajar bernama Aldi Suryaputra, siswa SMK Negeri 34 Jakarta, meninggal dunia diduga akibat motornya menghantam lubang di jalan tersebut.
Memantau langsung lokasi kejadian, terlihat aspal di sepanjang Jalan Matraman Raya memang tidak rata. Beberapa lubang ditemukan dengan sebagian sudah ditandai garis putih.
Wadi, juru parkir setempat yang diwawancarai Liputan6.com di lokasi mengamini, lubang di Jalan Matraman sudah jadi langganan. Bahkan penambalan kerap dilakukan setiap bulannya.
"Banyak lubang di sepanjang jalan. Ada tiap bulan ditambal," kata Wadi di lokasi, Selasa (10/2).
Wadi juga mengiyakan, jalan berlubang tak jarang membuat kecelakaan lalu lintas. Khususnya insiden tunggal akibat menghajar lubang.
"Kadang-kadang tabrakan kecelakaan, meleng jatuh (menghajar) lobang jadi jatuh sendiri," tutur dia.
Kecepatan Kendaraan Terbilang Tinggi
Wadi menjelaskan, kecepatan kendaraan memang terbilang tinggi di sepanjang jalan Matraman Raya. Tidak ada speed bump setelah perempatan dari arah ke Manggarai.
Atas insiden kemarin, Wadi yakin kalau jalan lubang bisa diperbaiki maka kecelakaan di kawasan tersebut bisa berkurang.
"Tapi kalau jalannya baik, seperti nggak ada lobang, saya kira tidak ada kejadian jatuh," kata dia.
Merespons persitiwa tersebut, Pemprov Jakarta memastikan bakal berbenah. Pramono Anung selaku Gubernur Jakarta telah memerintahkan Dinas Bina Marga untuk melakukan penutupan jalan berlubang di seluruh wilayah ibu kota.
Dia pun mengimbau agar masyarakat pengguna kendaraan dapat berhati-hati saat melintasi jalan berlubang di tengah cuaca yang sering hujan.