Pramono Perintahkan Semua Jalan Berlubang di Jakarta Ditutup Usai Pelajar Tewas Kecelakaan
Perintah ini disampaikan Pramono meskipun curah hujan di Jakarta masih diakui cukup tinggi untuk melakukan perbaikan jalan secara permanen.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintahkan Dinas Bina Marga untuk melakukan penutupan jalan berlubang di seluruh wilayah ibu kota. Perintah ini keluar usai jalan berlubang di Matraman Raya, Jakarta Timur menyebabkan kecelakaan hingga tewasnya seorang pelajar pada Senin, 9 Februari 2025 pagi.
Perintah ini disampaikan Pramono meskipun curah hujan di Jakarta masih diakui cukup tinggi untuk melakukan perbaikan jalan secara permanen.
"Agar hal serupa tidak terjadi kembali di jakarta saya sudah memerintahkan Kepala Dinas Bina Marga, saya sudah minta semua jalan-jalan yang berlubang untuk ditutup walaupun bersifat temporer," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, dikutip Selasa (10/2).
Pramono menyampaikan, langkah penutupan sementara dilakukan sebagai langkah antisipasi kejadian serupa kembali terulang. Dia menyebut perbaikan jalan berlubang secara permanen telah direncanakan oleh Pemprov DKI Jakarta setelah kondisi cuaca kembali stabil.
"Walaupun diperkirakan sampai dengan tanggal diperkirakan 18-19 (Februari) itu curah hujannya masih tidak menentu, kadang-kadang tinggi,” ucap Pramono.
Imbau Masyarakat Hati-Hati
Lebih lanjut, Pramono juga mengimbau agar masyarakat pengguna kendaraan dapat berhati-hati saat melintasi jalan berlubang di tengah cuaca yang sering hujan.
"Dan kami meminta untuk masyarakat berkali-kali diingatkan, mulai Dinas Kominfotik Jakarta sekarang ini memang ada beberapa ruas jalan yang berlubang dan itu mohon kehati-hatiannya,” katanya.
Diketahui, instruksi penutupan sementara jalan berlubang ini disampaikan disampaikan Pramono setelah seorang pelajar bernama Aldi Suryaputra, siswa SMK Negeri 34 Jakarta, meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas tunggal di kawasan Matraman Raya, Jakarta Timur, pada Senin pagi. Pramono menyebut kecelakaan terjadi karena kondisi jalan serta kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi.
"Kami sudah memantau hasil CCTV, penyebab kecelakaan adalah jalanan yang licin dan berlubang," ujar dia.
Pemprov DKI Tanggung Biaya Perawatan Rumah Sakit
Ia menjelaskan bahwa, setelah kejadian korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Polri dengan pendampingan Kepala Dinas Pendidikan Jakarta dan kepala sekolah. Namun, nyawa korban tidak tertolong.
Atas kejadian ini, Pemprov DKI Jakarta, bersedia menanggung seluruh biaya perawatan di rumah sakit serta menyiapkan proses pemakaman korban di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo.