Kementerian PDTT Siap Dorong Percepatan Pembangunan Desa Papua Barat Melalui Program Unggulan
Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT) menegaskan kesiapannya untuk mendukung percepatan pembangunan desa Papua Barat melalui optimalisasi berbagai program inovatif, termasuk desa ekspor dan desa wisata.
Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT) menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung percepatan pembangunan desa Papua Barat. Komitmen ini disampaikan langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, saat menerima kunjungan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, di kantor kementerian pada Rabu (4/3).
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Yandri Susanto menegaskan bahwa kementerian siap mengoptimalkan implementasi berbagai program. Ini termasuk inisiatif desa ekspor dan desa wisata yang diharapkan mampu mendorong kemajuan ekonomi di wilayah pedesaan Papua Barat.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kebutuhan pembangunan di Papua Barat. Gubernur Mandacan sebelumnya telah memaparkan beberapa program prioritas yang memerlukan intervensi dari Kemendes PDTT, mencakup tujuh kabupaten, 91 distrik, 57 kelurahan, dan 817 desa.
Optimalisasi Program Unggulan untuk Desa Ekspor
Salah satu fokus utama Kemendes PDTT adalah program desa ekspor. Menteri Yandri Susanto menjelaskan bahwa saat ini desa-desa memiliki kesempatan untuk melakukan ekspor secara langsung melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Potensi ini membuka peluang besar bagi peningkatan pendapatan masyarakat desa. Oleh karena itu, Menteri Susanto mendorong Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk melakukan pemetaan menyeluruh terhadap potensi desa yang dapat dikembangkan untuk kegiatan ekspor.
Identifikasi potensi ini krusial agar program desa ekspor dapat berjalan efektif. Dengan demikian, produk-produk unggulan dari desa-desa di Papua Barat dapat bersaing di pasar internasional.
Pengembangan Desa Wisata dan Tematik di Papua Barat
Selain desa ekspor, program desa wisata juga menjadi prioritas dalam percepatan pembangunan desa. Menteri Yandri Susanto meminta Gubernur Mandacan untuk menunjuk satu desa sebagai proyek percontohan pengembangan desa wisata.
Inisiatif ini bertujuan untuk menunjukkan model pengembangan desa wisata yang sukses dan berkelanjutan. Diharapkan, desa percontohan ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Papua Barat.
Kementerian juga mendorong pemerintah provinsi untuk berpartisipasi aktif dalam mengembangkan desa-desa tematik. Desa tematik ini akan disesuaikan dengan potensi unik yang dimiliki oleh masing-masing desa, seperti desa adat, desa pertanian, atau desa bahari.
Sinergi Program TEKAD dan Prioritas Daerah
Papua Barat juga menjadi lokasi implementasi program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD). Program ini telah menjangkau 185 desa yang tersebar di Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Fakfak, dan Kaimana.
Program TEKAD dirancang untuk mempercepat pembangunan ekonomi desa secara terpadu. Ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi pedesaan berbasis potensi lokal.
Gubernur Mandacan menyampaikan bahwa prioritas pembangunan di Papua Barat mencakup penguatan ekonomi pedesaan, program di sektor pendidikan dan kesehatan, serta peningkatan kapasitas aparatur desa dan pembangunan infrastruktur di daerah tertinggal. Menteri Yandri Susanto menyambut baik usulan tersebut, mengingat hal ini selaras dengan agenda "12 Aksi Prioritas Membangun Desa, Membangun Indonesia" yang diusung kementerian.
Sumber: AntaraNews