Menteri Desa Ajak Kabupaten Sigi Optimalkan Potensi Desa Wisata dan Ekspor
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mendorong Kabupaten Sigi untuk mengoptimalkan potensi desa wisata dan ekspor, memanfaatkan kekayaan alam dan budaya lokal untuk pertumbuhan ekonomi.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto secara resmi mengajak Pemerintah Kabupaten Sigi untuk mengoptimalkan potensi desa wisata dan ekspor. Ajakan ini disampaikan dalam sebuah audiensi penting yang berlangsung di Kantor Kemendes PDT, Jakarta. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menggali dan memaksimalkan potensi ekonomi yang dimiliki oleh desa-desa di Kabupaten Sigi.
Audiensi ini dihadiri oleh Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae beserta jajarannya, yang menyampaikan berbagai potensi unggulan daerahnya. Mendes Yandri menekankan bahwa desa wisata dan desa ekspor merupakan sektor yang sangat menjanjikan untuk kegiatan ekonomi lokal. Beliau juga menyarankan agar Kabupaten Sigi dapat memodifikasi contoh-contoh desa sukses yang sudah ada.
Langkah strategis ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Kabupaten Sigi. Dengan pendampingan dari Kemendes PDT, potensi besar yang dimiliki daerah tersebut dapat diwujudkan secara maksimal. Fokus utama adalah pada pengembangan sektor pariwisata dan peningkatan volume ekspor komoditas unggulan.
Potensi Unggulan Sigi untuk Desa Wisata dan Ekspor
Kabupaten Sigi memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa, menjadikannya destinasi ideal untuk pengembangan desa wisata unggulan. Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, memaparkan bahwa daerahnya memadukan keindahan alam Danau Lindu, pegunungan yang asri, serta kelestarian budaya lokal. Selain itu, Sigi juga kaya akan flora dan fauna endemik yang berada di Taman Nasional Lore Lindu.
Tidak hanya sektor pariwisata, Kabupaten Sigi juga sangat produktif di sektor perikanan air tawar. Potensi ini menambah daftar keunggulan daerah tersebut dalam mendukung ekonomi desa. Keberagaman potensi ini menjadi modal utama dalam menarik wisatawan dan investor.
Di sektor pertanian dan perkebunan, Sigi menunjukkan potensi besar untuk ekspor. Bupati Rizal menyebutkan adanya lahan seluas 10.000 hektare yang digunakan untuk budidaya kakao, yang sangat potensial untuk ekspor cokelat. Selain kakao, potensi kopi dan durian di Sigi juga sangat bagus dan siap untuk dikembangkan lebih lanjut.
Komitmen Pendampingan dari Kemendes PDT
Menteri Desa Yandri Susanto menyambut baik rencana Pemerintah Kabupaten Sigi untuk memaksimalkan seluruh potensi desa. Beliau menegaskan komitmen Kemendes PDT untuk memberikan pendampingan intensif. Pendampingan ini krusial dalam menghidupkan desa wisata dan desa ekspor di Sigi, memastikan potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak juga membahas berbagai program desa yang sedang berjalan atau akan dikembangkan. Program-program tersebut meliputi Koperasi Desa Merah Putih, inisiatif Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pembahasan ini menunjukkan pendekatan komprehensif dalam pembangunan desa.
Mendes Yandri menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mencapai tujuan pembangunan. Dengan dukungan penuh dari Kemendes PDT, diharapkan Kabupaten Sigi dapat menjadi contoh sukses dalam pengembangan desa wisata dan ekspor. Ini akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat desa setempat.
Sumber: AntaraNews