Kemenpar Gaungkan #GoBeyondOrdinary di ITB Berlin 2026, Targetkan Triliunan Devisa
Kemenpar mengusung kampanye #GoBeyondOrdinary di ITB Berlin 2026, menargetkan potensi devisa triliunan rupiah melalui promosi wisata berkualitas dan berkelanjutan.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) secara aktif menggaungkan kampanye #GoBeyondOrdinary dalam partisipasi Wonderful Indonesia di pameran pariwisata business-to-business (B2B) ITB Berlin 2026. Kampanye ini menjadi cerminan program unggulan Kemenpar, yakni 'Quality Tourism', yang menekankan penciptaan nilai tambah melalui prinsip inklusivitas dan keberlanjutan.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa tema #GoBeyondOrdinary dipilih untuk menegaskan posisi Indonesia sebagai destinasi yang tidak hanya indah secara pemandangan. Lebih dari itu, Indonesia juga menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas dan bernilai tambah bagi para pengunjung.
Partisipasi Kemenpar di ITB Berlin 2026 ini diharapkan dapat menarik minat wisatawan mancanegara untuk berpetualang ke Indonesia. Kemenpar menargetkan potensi transaksi wisatawan hingga 541 ribu orang, atau setara dengan 14,3 triliun rupiah potensi devisa negara.
Strategi Kampanye #GoBeyondOrdinary dan Pariwisata Berkualitas
Kampanye #GoBeyondOrdinary merupakan inisiatif strategis Kemenpar untuk memperkuat citra pariwisata Indonesia di kancah global. Kampanye ini sejalan dengan program 'Quality Tourism' yang berfokus pada pengalaman wisata bermakna. Kemenpar berupaya menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi wisatawan melalui pendekatan inklusif dan berkelanjutan.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menjelaskan bahwa kampanye ini bukan sekadar slogan. Kampanye ini adalah komitmen Indonesia untuk menyediakan pengalaman wisata yang melampaui ekspektasi. Pengalaman tersebut melibatkan interaksi mendalam dengan budaya lokal dan tradisi autentik di setiap destinasi.
Pembukaan Paviliun Indonesia di Berlin ExpoCenter, Messe Berlin, menjadi momen penting untuk memperkenalkan visi ini. Widiyanti menegaskan bahwa Indonesia siap menawarkan lebih dari sekadar keindahan alam. Indonesia menawarkan perjalanan yang menyentuh jiwa dan rasa wisatawan.
Promosi Destinasi Unggulan dan Kolaborasi Industri
Pada ITB Berlin 2026, Kemenpar mempromosikan Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dan Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR). Destinasi-destinasi ini dikenalkan melalui berbagai kemasan immersive experiences yang menarik. Beragam paket wisata juga ditawarkan untuk membuka minat wisatawan mancanegara.
Partisipasi Indonesia di pameran ini sangat masif, melibatkan lebih dari 91 pelaku industri pariwisata. Mereka berasal dari 11 provinsi di Indonesia, menunjukkan keberagaman dan kekuatan sektor pariwisata nasional. Para peserta meliputi penyedia akomodasi, Destination Management Company (DMC), agen travel, operator tur, desa wisata, serta penyedia jasa pariwisata lainnya.
Menteri Widiyanti mengapresiasi kehadiran para pelaku usaha tersebut. Beliau menyatakan bahwa partisipasi mereka adalah bukti nyata pertumbuhan pariwisata Indonesia. Pertumbuhan ini didorong oleh kolaborasi, kerja keras, dan kepercayaan bersama antar pemangku kepentingan.
Potensi Wisata Ramah Muslim dan Target Devisa Nasional
Kemenpar juga memanfaatkan ITB Berlin sebagai platform strategis untuk memperkuat promosi paket pariwisata ramah Muslim. Segmen pasar ini semakin diminati oleh wisatawan global, terutama dari Eropa, Timur Tengah, Asia, hingga Afrika. ITB Berlin mempertemukan para pembeli (buyers) dari berbagai kawasan tersebut.
Melalui partisipasi ini, Kemenpar menargetkan pencapaian ambisius. Targetnya adalah 498 ribu sampai 541 ribu potensi transaksi wisatawan (pax). Angka ini setara dengan 12,9–14,3 triliun rupiah potensi devisa negara.
Target devisa yang tinggi ini mencerminkan optimisme Kemenpar terhadap peningkatan kontribusi sektor pariwisata. Kontribusi ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara signifikan.
Kehadiran Indonesia di ITB Berlin dan Diplomasi Budaya
ITB Berlin 2026 berlangsung dari tanggal 2 hingga 5 Maret 2026. Paviliun Indonesia menempati area seluas 441 meter persegi di Hall 26, Booth No. 111. Ini merupakan salah satu paviliun Indonesia dengan jumlah partisipasi pelaku industri terbesar dalam lima tahun terakhir.
Paviliun ini menampilkan lima paket wisata minat khusus yang beragam. Paket tersebut meliputi pariwisata bahari, gastronomi, kebugaran, wastra Nusantara, serta pariwisata ramah Muslim. Setiap paket dirancang untuk menawarkan pengalaman unik kepada pengunjung.
Dalam rangkaian kunjungan kerja di Berlin, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana juga menyempatkan diri mengunjungi Rumah Budaya Indonesia (RBI) Berlin. RBI berfungsi sebagai pusat diplomasi budaya yang dikelola oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin. Kunjungan ini bertujuan memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Jerman.
Sumber: AntaraNews