Kemenkes Ingatkan Pentingnya Pencegahan Campak, Hindari Sentuh Anak Saat Kumpul Keluarga
Kemenkes mengimbau masyarakat untuk waspada dalam pencegahan campak, terutama saat libur Lebaran. Hindari menyentuh bayi dan anak-anak guna menekan risiko penularan penyakit ini.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat agar tidak asal menyentuh bayi maupun anak-anak. Langkah ini menjadi salah satu upaya penting dalam pencegahan campak, khususnya menjelang musim libur Lebaran mendatang. Kelompok bayi dan anak-anak merupakan golongan yang rentan terhadap penularan penyakit ini.
Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menekankan pentingnya menghindari kebiasaan menyentuh bayi atau anak-anak secara sembarangan. Kebiasaan tersebut, terutama saat berkumpul bersama keluarga, dapat meningkatkan potensi penularan penyakit campak.
Andi Saguni menyatakan bahwa kebiasaan asal sentuh bayi maupun balita saat kumpul-kumpul, khususnya Lebaran, sebaiknya dikurangi atau bahkan dihindari. Hal ini dikarenakan risiko penularan campak yang tinggi dalam situasi tersebut.
Risiko Penularan Campak di Musim Liburan
Kemenkes menyoroti bahwa pola peningkatan kasus campak dalam beberapa tahun terakhir seringkali berhubungan erat dengan periode libur panjang. Aktivitas berkumpul masyarakat selama liburan menjadi pemicu utama lonjakan kasus.
Andi Saguni menjelaskan bahwa tren kasus campak menunjukkan peningkatan pada awal tahun. Kemudian, kasus cenderung menurun dan akan kembali naik sekitar bulan Agustus, September, Oktober, dan November.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan mengurangi kontak fisik yang tidak perlu dengan anak-anak. Kebiasaan ini sangat krusial untuk memutus rantai penularan campak di tengah keramaian.
Langkah Pencegahan dan Isolasi Mandiri
Individu yang memiliki tanda atau gejala terindikasi campak diminta untuk tidak melakukan aktivitas berkumpul atau berkerumunan. Gejala seperti demam maupun ruam kemerahan harus menjadi perhatian serius.
Andi menegaskan bahwa individu dengan gejala tersebut sebaiknya menghindari kontak dengan individu sehat dan segera melakukan isolasi mandiri di rumah. Ini adalah langkah efektif untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
“Khusus kepada individu yang memiliki gejala demam, ada tanda-tanda suspek campak, seperti ruam, kemerahan, sebaiknya tidak kumpul-kumpul, kemudian tidak pergi ke tempat-tempat, termasuk tidak pergi ke tempat-tempat wisata dan juga ke tempat-tempat keramaian lainnya, sebaiknya di rumah saja seperti begitu,” tegas Andi. Selain itu, segera periksakan anggota keluarga ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala campak.
Pentingnya Peran Keluarga dalam Pencegahan
Keluarga memiliki peran vital dalam upaya pencegahan campak dengan memastikan setiap anggota keluarga memahami risiko penularan. Edukasi mengenai pentingnya kebersihan dan etika batuk/bersin perlu terus digalakkan. Kemenkes juga mengingatkan agar segera membawa anak yang sakit ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Mengurangi kontak dengan orang sehat adalah kunci untuk mencegah penularan campak. Ini termasuk membatasi kunjungan ke tempat ramai jika ada anggota keluarga yang menunjukkan gejala.
Dengan kesadaran dan tindakan proaktif dari setiap individu dan keluarga, diharapkan angka kasus campak dapat ditekan. Upaya pencegahan campak ini membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat.
Sumber: AntaraNews