Kemenham Bali Salurkan Bantuan Sosial ke Yayasan Peduli Anak Kanker, Perkuat Komitmen HAM
Kemenham Bali salurkan bantuan sosial kepada Yayasan Peduli Anak Kanker di Denpasar, Bali. Aksi ini menegaskan komitmen perlindungan hak anak dan memberikan dukungan moral penting.
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenham) Wilayah Kerja Bali baru-baru ini menyalurkan bantuan sosial kepada Yayasan Peduli Anak Kanker Bali. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia. Penyaluran bantuan ini bertujuan untuk memberikan dukungan nyata kepada anak-anak yang membutuhkan.
Acara penyerahan bantuan berlangsung di Denpasar, Bali, pada Sabtu, 13 Desember. Koordinator Kemenham Wilayah Kerja Bali, Anak Agung Gede Ngurah Dalem, menyatakan harapannya. Bantuan ini dapat memberikan semangat serta memperkuat komitmen lembaga dalam memajukan penghormatan HAM.
Bantuan yang diserahkan meliputi kebutuhan pokok, perlengkapan mandi, kebersihan, dan bingkisan khusus bagi anak-anak. Selain itu, para pegawai Kemenham juga berinteraksi langsung dengan anak-anak dan orang tua pendamping. Interaksi ini bertujuan untuk memberikan dukungan moral yang sangat dibutuhkan.
Implementasi Nyata Prinsip Hak Anak
Pemberian bantuan sosial oleh Kemenham Bali ini bukan sekadar rangkaian peringatan Hari HAM Sedunia yang jatuh setiap 10 Desember. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bentuk implementasi nyata dari prinsip-prinsip HAM. Terutama terkait hak anak untuk memperoleh kesehatan, kasih sayang, dan dukungan dari lingkungan sekitar.
Anak Agung Gede Ngurah Dalem menegaskan bahwa inisiatif ini mencerminkan kepedulian terhadap kelompok rentan. "Kami berharap ini dapat memberikan semangat serta memperkuat komitmen kami dalam memajukan penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan HAM," ujarnya. Dukungan ini diharapkan mampu meringankan beban anak-anak penderita kanker.
Jenis bantuan yang disalurkan dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar. Ini termasuk kebutuhan pokok sehari-hari yang esensial bagi keluarga. Selain itu, perlengkapan mandi dan kebersihan juga disediakan untuk menjaga kesehatan anak-anak. Bingkisan khusus turut diberikan untuk menghadirkan kebahagiaan bagi mereka.
Interaksi langsung antara pegawai Kemenham dan penerima manfaat juga menjadi poin penting. Momen ini dimanfaatkan untuk membangun ikatan emosional. Dukungan moral yang diberikan diharapkan dapat memotivasi anak-anak dan orang tua dalam menghadapi tantangan penyakit.
Apresiasi dan Harapan dari Yayasan Peduli Anak Kanker
Pembina Yayasan Peduli Anak Kanker Bali, Dwi Wahyu Kurniawan, menyampaikan apresiasi mendalam. Ia berterima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Kemenham Wilayah Kerja Bali. Dukungan dari lembaga pemerintah ini sangat berarti bagi kelangsungan operasional yayasan.
Dwi Wahyu Kurniawan menekankan bahwa selain dukungan materi, dukungan moral juga sangat diharapkan. "Selama kami berjalan beberapa tahun ini, salah satu yang berkesan apabila ada pasien kami dapat bertahan dan bisa dinyatakan lolos dari kanker," ungkapnya. Keberhasilan ini menjadi kebanggaan besar bagi yayasan dan donatur.
Pihak yayasan juga menyoroti pentingnya penguatan aspek keilmuan bagi orang tua pendamping. Mereka membutuhkan edukasi khusus mengenai pendidikan tentang kanker. Pemahaman yang mendalam akan membantu orang tua mengawasi dan mendampingi proses pengobatan anak hingga tuntas.
"Kalau orang tuanya tidak berilmu, otomatis anaknya tidak akan sembuh, bahkan bisa mengidap kanker lagi," jelas Dwi. Ia menambahkan, bila orang tua berilmu, peluang kesembuhan anak akan jauh lebih besar. Edukasi ini menjadi kunci dalam memastikan keberhasilan terapi dan pemulihan jangka panjang.
Sumber: AntaraNews