Kemenag NTB Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Guru Madrasah Swasta Jadi PPPK
Kepala Kemenag NTB Zamroni Aziz berkomitmen penuh mengawal aspirasi guru madrasah swasta untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), memberikan harapan baru bagi ribuan pendidik.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Nusa Tenggara Barat (NTB), Zamroni Aziz, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan nasib para guru madrasah swasta agar dapat diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Pernyataan ini disampaikan dalam kegiatan Safari Ramadhan yang dirangkaikan dengan pembinaan ASN di Paruga Na'e, Kota Bima, pada Rabu, 4 Maret 2026.
Komitmen ini muncul sebagai respons atas aspirasi yang disampaikan oleh Asosiasi Guru Madrasah Swasta, yang menuntut pengangkatan sebagai PPPK serta perbaikan sistem pembayaran tunjangan profesi guru. Zamroni Aziz menyatakan dirinya akan menjadi garda terdepan dalam mengawal perjuangan ini, mengingat dedikasi tinggi para guru madrasah swasta dalam dunia pendidikan.
Proses pendataan terkait PPPK yang sebelumnya mengalami kendala kini sedang diperbaiki, dan aspirasi tersebut telah mendapat respons positif dari pemerintah pusat. Dukungan juga datang dari Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati, yang berkomitmen mengawal aspirasi ini hingga terwujud.
Komitmen Kemenag NTB untuk Kesejahteraan Guru Madrasah
Zamroni Aziz secara tegas menyatakan kesiapannya untuk menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan nasib para guru madrasah swasta agar dapat diangkat menjadi ASN PPPK. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada para guru madrasah swasta atas dedikasi mereka, menyebut mereka sebagai 'guru-guru hebat' yang telah melahirkan banyak pemimpin.
Lebih lanjut, Zamroni menjelaskan bahwa tugas Kemenag NTB terkait pendataan sudah selesai, dan saat ini sedang berlangsung perbaikan data yang sebelumnya bermasalah. Proses pengangkatan guru madrasah swasta menjadi PPPK memerlukan koordinasi lintas kementerian, termasuk Kemenag Pusat, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan Kementerian Keuangan.
Aspirasi dari Asosiasi Guru Madrasah Swasta ini telah mendapatkan tanggapan positif dari pemerintah pusat dan sedang dalam proses pembahasan. Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati, juga telah menegaskan dukungannya dan mendorong Kemenag untuk segera berkoordinasi dengan kementerian terkait guna mempercepat realisasi kebijakan ini.
Pesan Zamroni Aziz kepada ASN Kemenag dan Peran Pelayanan Publik
Dalam kesempatan yang sama, Zamroni Aziz menyampaikan pesan penting kepada 828 PPPK di lingkungan Kemenag Kabupaten Bima. Ia meminta mereka untuk bekerja dengan baik, penuh tanggung jawab, serta menjaga nama baik Kementerian Agama. Pesan ini menekankan profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.
Zamroni juga mengingatkan bahwa ASN Kemenag merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya untuk 'serba bisa' di tengah masyarakat, memahami segala sesuatu yang berkaitan dengan kebutuhan umat, dan menjadi teladan dalam pelayanan publik.
Inisiatif Ramadhan dan Pentingnya Ukhuwah Islamiyah
Menjelang musim mudik Lebaran 2026, Zamroni Aziz berharap setiap kabupaten di NTB memiliki program 'masjid ramah mudik'. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung kenyamanan para pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat selama perjalanan mereka.
Selain itu, Zamroni mengajak seluruh keluarga besar Kementerian Agama untuk menjaga ukhuwah islamiyah, khususnya di bulan suci Ramadhan. Ia menekankan bahwa meskipun organisasi bisa berbeda, penting untuk menjaga hubungan baik dan komunikasi yang efektif dengan pemerintah daerah hingga pemerintah pusat demi kebaikan bersama di tengah masyarakat.
Sumber: AntaraNews