Kemdiktisaintek Resmikan Program Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi Pertama di Papua
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi meluncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif di Universitas Cenderawasih (Uncen), Jayapura, sebagai langkah strategis mengatasi dispari
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) secara resmi meluncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif di Universitas Cenderawasih (Uncen), Jayapura, pada 1 Maret. Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan di wilayah paling timur Indonesia. Inisiatif strategis ini diharapkan dapat mempercepat ketersediaan tenaga medis spesialis yang sangat dibutuhkan.
Peresmian PPDS Anestesiologi ini merupakan bagian integral dari program akselerasi Nasional yang diusung pemerintah. Program ini dirancang khusus untuk mengatasi kesenjangan jumlah dokter spesialis di berbagai daerah. Dengan pendekatan Sistem Kesehatan Akademik (SKA), pemerintah menargetkan pemenuhan tenaga ahli medis secara lebih merata.
Tujuan utama dari program ini adalah mempercepat pemenuhan dokter spesialis di seluruh Indonesia, khususnya di 11 provinsi yang belum memiliki program studi serupa. Papua menjadi salah satu fokus utama dalam inisiatif ini, menandai komitmen pemerintah untuk pemerataan akses pendidikan dan layanan kesehatan.
Akselerasi Pemenuhan Dokter Spesialis di Papua
Program akselerasi Nasional melalui Sistem Kesehatan Akademik (SKA) ini secara khusus menargetkan pembukaan program studi dokter spesialis di wilayah yang masih minim tenaga medis. Sebanyak 11 provinsi di Indonesia, termasuk Papua, menjadi prioritas dalam upaya pemerataan ini. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi disparitas layanan kesehatan antar wilayah.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemdiktisaintek, Setiawan, menekankan pentingnya tindak lanjut program ini. “Adanya program studi ini perlu ditindaklanjuti dengan identifikasi putra daerah dan penyediaan dukungan ikatan dinas melalui beasiswa,” kata Setiawan melalui keterangan di Jakarta, Minggu. Upaya ini merupakan sarana untuk mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045, dengan meningkatkan akses serta mutu layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kemdiktisaintek juga berkomitmen pada penjaminan mutu melalui evaluasi berkala yang melibatkan berbagai lembaga kredibel. Lembaga-lembaga tersebut antara lain Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes), Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI), Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI), asosiasi program studi, hingga kolegium.
Peran Universitas Pembina dan Dukungan Pemerintah Daerah
Untuk memastikan kualitas lulusan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Universitas Cenderawasih, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ditunjuk sebagai universitas pembina. UGM akan terus mengawal dan memastikan standar pendidikan yang tinggi. Peran ini krusial dalam menjaga mutu pendidikan dokter spesialis yang dihasilkan.
Rektor Uncen, Oscar Oswald O. Wambrauw, menyatakan komitmen penuh pihaknya dalam melaksanakan program ini. Ia juga mendorong kolaborasi erat dengan pemerintah daerah. Kolaborasi ini bertujuan menyediakan kuota khusus bagi putra-putri daerah, agar mereka dapat mengabdi dalam jangka panjang di Tanah Papua.
Dukungan kuat juga datang dari Pemerintah Daerah Papua. Wakil Gubernur Papua, Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, menegaskan urgensi program PPDS Anestesiologi ini. “Kebutuhan ini menjadi sangat penting karena banyak tindakan operasi yang tertunda akibat tidak adanya spesialis anestesi,” ucap Aryoko.
Aryoko menambahkan bahwa ini adalah program pendidikan spesialis pertama di Tanah Papua, yang memungkinkan pendidikan dilakukan di tanah sendiri. “Sebagaimana semangatnya, pendidikan ini sekaligus membantu proses pelayanan,” jelas Aryoko, menyoroti dampak positif program PPDS Papua terhadap pelayanan kesehatan lokal.
Sumber: AntaraNews