Kemdiktisaintek Resmikan PPDS Bali Nusra, Perkuat Pemerataan Dokter Spesialis Indonesia Timur

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi meluncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) baru di Bali dan Nusra, menjadi langkah strategis pemerataan tenaga medis di Indonesia Timur.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kemdiktisaintek Resmikan PPDS Bali Nusra, Perkuat Pemerataan Dokter Spesialis Indonesia Timur
Kemdiktisaintek RI dan Saint Lucia sepakat memperkuat kerja sama bilateral di bidang pendidikan tinggi, termasuk membuka peluang beasiswa bagi mahasiswa Saint Lucia untuk belajar di Indonesia demi mendukung visi Indonesia Emas 2045. (Planet Merdeka)

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) secara resmi meluncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) baru di wilayah Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Bali. Peluncuran ini bertujuan mengakselerasi jumlah dokter spesialis di seluruh Tanah Air, khususnya di bagian timur Indonesia.

Acara peresmian dilaksanakan serentak pada Jumat (13/2), menandai momentum penting bagi Universitas Nusa Cendana, Universitas Udayana, dan Universitas Mataram. Ketiga universitas ini kini berperan aktif dalam memenuhi kebutuhan layanan kesehatan spesialis di wilayah tersebut.

Langkah strategis ini diharapkan dapat mengatasi kekurangan serta ketimpangan distribusi dokter spesialis dan subspesialis. Pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap wilayah Indonesia bagian timur yang selama ini masih minim akses terhadap tenaga medis profesional.

Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang, menyatakan bahwa Kemdiktisaintek telah mencapai target signifikan dalam upaya pemerataan tenaga medis. Hingga saat ini, sebanyak 160 program studi (prodi) baru telah dibuka.

Dari jumlah tersebut, 128 prodi merupakan program dokter spesialis dan 32 prodi lainnya adalah program dokter subspesialis. Dengan penambahan ini, total prodi PPDS kini mencapai 526, meningkat drastis dari sebelumnya 366 prodi.

Togar menegaskan bahwa peresmian PPDS ini merupakan bentuk perhatian serius pemerintah untuk mempercepat penanganan kekurangan dan ketimpangan distribusi dokter spesialis. Fokus utama adalah wilayah Indonesia bagian timur yang sangat membutuhkan tenaga medis profesional.

Pembukaan PPDS di wilayah Indonesia bagian timur, serta 11 provinsi lain, diharapkan menjadi solusi efektif. Ini bertujuan mempercepat pemerataan layanan kesehatan di seluruh Indonesia, memastikan setiap daerah memiliki akses yang memadai.

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan apresiasi tinggi atas peluncuran Program Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis ini. Program ini dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Wilayah Bali-Nusa Tenggara, khususnya di Universitas Nusa Cendana.

Emanuel memaparkan bahwa kondisi geografis NTT yang didominasi oleh wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) menjadikan kebutuhan dokter spesialis sangat mendesak. Spesialis anestesiologi dan obstetri-ginekologi dinilai krusial untuk menjawab persoalan layanan operasi serta tingginya angka kematian ibu dan anak.

Pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh melalui penguatan pembiayaan dan mendorong lulusan PPDS untuk mengabdi kembali di NTT. Hal ini guna memastikan keberlanjutan layanan kesehatan spesialis di daerah tersebut.

"Kehadiran program pendidikan dokter spesialis dan subspesialis di wilayah Bali-Nusa Tenggara ini sangat strategis dan relevan," ucap Emanuel. Program ini menjembatani akses anak-anak NTT terhadap pendidikan dokter spesialis agar dapat dilakukan dengan lebih baik.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi