Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten secara resmi menyatakan dukungannya terhadap percepatan pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Langkah strategis ini diambil untuk mengatasi defisit tenaga kesehatan dan memperkuat pemerataan layanan medis di seluruh wilayah Banten. Komitmen ini ditegaskan dalam pertemuan penting yang berlangsung di Serang pada hari Sabtu lalu.
Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa penguatan tenaga kesehatan merupakan bagian integral dari program prioritas daerah yang sedang dijalankan. Pertemuan dengan jajaran Untirta tersebut secara khusus membahas akselerasi pendirian rumah sakit pendidikan. Selain itu, juga dibahas pembukaan tujuh program studi spesialis yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Dukungan ini diharapkan dapat segera melahirkan dokter-dokter spesialis yang kompeten. Mereka nantinya akan didedikasikan untuk peningkatan derajat kesehatan warga Banten secara menyeluruh. Inisiatif ini selaras dengan Program Faskin Kita yang fokus pada peningkatan kapasitas dan distribusi tenaga kesehatan di Banten.
Advertisement
Advertisement
Gubernur Banten, Andra Soni, dalam pernyataannya, menekankan pentingnya penguatan tenaga kesehatan sebagai salah satu program prioritas daerah. "Penguatan tenaga kesehatan merupakan bagian dari program prioritas daerah," kata Gubernur Andra Soni usai pertemuan dengan jajaran Untirta di Serang. Komitmen ini menunjukkan keseriusan Pemprov Banten dalam meningkatkan kualitas dan akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.
Dukungan penuh dari Pemprov Banten ini mencakup akselerasi pendirian rumah sakit pendidikan yang akan menjadi fasilitas utama bagi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Untirta. Integrasi antara pendidikan dan pelayanan kesehatan ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang kondusif bagi calon dokter spesialis. Hal ini juga akan mempercepat proses mereka dalam mengabdikan diri kepada masyarakat.
Inisiatif ini juga sejalan dengan Program Faskin Kita, sebuah program daerah yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan distribusi tenaga kesehatan di Banten. Melalui sinergi ini, diharapkan Fakultas Kedokteran Untirta dapat segera mencetak dokter-dokter spesialis yang mumpuni. Kehadiran mereka sangat krusial untuk mengatasi kekurangan tenaga medis di berbagai daerah di Banten.
Advertisement
Advertisement
Rektor Untirta, Prof. Fatah Sulaiman, menjelaskan bahwa percepatan pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) sangat krusial. Ini adalah langkah penting untuk menjawab tantangan pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di wilayah Banten. "Kita ingin mendukung pemerataan, terutama untuk wilayah yang masih kekurangan dokter. Ini juga sejalan dengan program pemerintah pusat untuk memperkuat tenaga kesehatan daerah,” ujarnya.
Prof. Fatah Sulaiman juga mengemukakan bahwa Untirta telah mendapatkan izin untuk membuka tujuh program studi spesialis. Program-program ini meliputi Ilmu Penyakit Dalam, Bedah, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Kebidanan dan Kandungan, Radiologi, Anestesi, dan Orthopedi. Pembukaan program-program ini akan secara signifikan menambah jumlah dokter spesialis yang tersedia di Banten.
Selain itu, Rektor Untirta berharap program PPDS ini dapat bersinergi dengan program Pemprov Banten lainnya, seperti Program Satu Desa Satu Sarjana. Sinergi ini membuka peluang bagi putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan kedokteran spesialis. Setelah lulus, mereka diharapkan dapat kembali mengabdi dan meningkatkan derajat kesehatan di daerah asalnya, menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews