Kapolri Tegaskan Pentingnya Sinergitas Polri dan Buruh Hadapi Dinamika Global
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya sinergitas Polri dan buruh bersama elemen masyarakat lain untuk menghadapi tantangan global dan mendukung hak pekerja.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo baru-baru ini menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergitas antara Polri dan elemen buruh. Hal ini disampaikan dalam upaya menghadapi berbagai dinamika situasi global yang berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap kondisi dalam negeri. Penegasan ini menjadi krusial di tengah ketidakpastian ekonomi dan ketenagakerjaan global.
Pernyataan tersebut disampaikan Kapolri usai menghadiri acara tasyakuran HUT KSPSI ke-53 dan Hari Pekerja Indonesia (HARPEKINDO). Acara penting ini berlangsung di Pembangunan Pusdiklat, Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, pada Sabtu (21/2). Kehadiran Kapolri menunjukkan dukungan institusi Polri terhadap organisasi pekerja di Indonesia.
Sigit menekankan bahwa kolaborasi yang baik antara Polri, buruh, dan seluruh lapisan masyarakat sangat diperlukan. Sinergitas ini bertujuan untuk menjaga stabilitas dan menciptakan iklim kondusif bagi investasi. Selain itu, kolaborasi ini juga diharapkan dapat memastikan hak-hak pekerja tetap terlindungi.
Memperkuat Sinergitas untuk Iklim Investasi Kondusif
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyoroti bahwa sinergitas antara Polri, pengusaha, dan serikat pekerja merupakan kunci utama. Kolaborasi ini esensial untuk menciptakan iklim investasi yang sejuk dan menarik. Dengan demikian, pengusaha akan lebih termotivasi untuk berinvestasi dan mengembangkan usahanya di Indonesia.
"Oleh karena itu tentunya perlu adanya kolaborasi antara pengusaha dan rekan-rekan serikat sehingga di satu sisi mereka mau berinvestasi, mereka mau mengembangkan usahanya," ujar Sigit. Ia menambahkan bahwa situasi global yang tidak mudah akan berdampak pada sektor ketenagakerjaan jika tidak dihadapi secara bersatu padu.
Presiden Prabowo Subianto, menurut Sigit, terus mendorong program Astacita untuk memitigasi potensi gejolak. Program ini mencakup hilirisasi dan pembangunan 18 industri strategis yang diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru. Upaya ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ekonomi nasional.
Komitmen Polri Mendukung Hak dan Peningkatan Keterampilan Buruh
Kapolri juga menegaskan komitmen Polri untuk terus mendukung perjuangan buruh dalam mendapatkan hak-haknya. Meskipun demikian, Sigit mengingatkan bahwa perjuangan tersebut harus tetap melalui koridor aturan yang benar. Keseimbangan antara kepentingan pengusaha dan hak pekerja menjadi perhatian utama Polri.
"Di sisi lain lain juga mereka tetap harus memperhatikan hak-hak dari para pekerja, hak-hak dari buruh. Keseimbangan ini yang tentunya harus kita jaga. Rekan-rekan buruh harus tetap terus memperjuangkan namun melalui koridor aturan yang benar," tegas Sigit. Pernyataan ini menunjukkan peran Polri sebagai penengah dan penegak hukum.
Lebih lanjut, Sigit menekankan pentingnya peningkatan keterampilan dan kemampuan buruh Indonesia. Peningkatan kompetensi ini krusial untuk menghadapi persaingan di pasar kerja internasional. Buruh diharapkan dapat menunjukkan profesionalisme dan ketangguhan yang setara dengan pekerja mancanegara.
"Sehingga kemudian rekan-rekan juga siap untuk bersaing dengan buruh di mancanegara. Dan kita tunjukkan bahwa buruh-buruh Indonesia juga tidak kalah profesional, tidak kalah tangguh, dan tidak kalah hebat dengan buruh di luar," pungkasnya. Hal ini menjadi dorongan bagi buruh untuk terus mengembangkan diri.
Sumber: AntaraNews