Kapolri Buka Pelatihan GP Ansor di SPN Selopamioro, Tekankan Peningkatan SDM Kader
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi membuka Pelatihan GP Ansor di SPN Selopamioro, Bantul. Kegiatan ini diharapkan tingkatkan kualitas SDM kader untuk mengisi kemerdekaan dan menjaga kondusifitas bangsa.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi membuka kegiatan Latihan Instruktur dan Kursus Pelatih II GP Ansor, Banser, serta Majelis Dzikir Sholawat (MDS) Rijalul Ansor. Acara penting ini berlangsung di Lapangan Olahraga Sekolah Polisi Negara (SPN) Selopamioro, Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu, 14 Februari 2026.
Pembukaan Pelatihan GP Ansor ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) para kader Ansor, Banser, dan MDS Rijalul Ansor agar semakin siap menghadapi tantangan. Kapolri berharap melalui pelatihan ini, para kader dapat berkontribusi aktif dalam mengisi kemerdekaan Indonesia.
Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari ke depan, hingga 16 Februari 2026, dengan materi yang berfokus pada peningkatan kecakapan dan kemampuan. Para peserta diharapkan mampu mengelola potensi ekonomi dan sumber daya alam demi masa depan bangsa yang lebih baik.
Peran Strategis Pelatihan GP Ansor dalam Pembangunan Nasional
Dalam sambutannya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan bahwa pemerintah Indonesia memiliki berbagai program pembangunan yang memerlukan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Beliau berharap anggota Ansor dan Banser, sebagai bagian dari Nahdlatul Ulama (NU), dapat terus memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan.
Kapolri juga mendorong para kader untuk terlibat langsung dalam seluruh kegiatan dan program pemerintah demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kehadiran Pelatihan GP Ansor menjadi krusial dalam mempersiapkan kader yang tangguh dan responsif terhadap kebutuhan bangsa.
Selain menjaga kondusifitas negara, Kapolri mengutarakan harapannya agar kader Ansor, Banser, dan MDS Rijalul Ansor dapat menjadi pelaku ekonomi. Ini sejalan dengan visi untuk membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik, di mana bangsa ini dapat berdiri di kaki sendiri dengan mengelola sumber daya alam secara optimal.
Peningkatan kualitas SDM menjadi kunci utama untuk mencapai tujuan tersebut, termasuk dalam mengelola potensi ekonomi. Oleh karena itu, materi Pelatihan GP Ansor selama tiga hari ini dirancang untuk membekali peserta dengan kecakapan dan kemampuan yang dibutuhkan.
Pentingnya Kualitas Instruktur untuk Masa Depan GP Ansor
Ketua Umum PP GP Ansor, Addin Jauharudin, menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan ini diikuti oleh sekitar 6.000 personel kader Ansor dan Banser dari DIY, Jawa Tengah, serta Jawa Timur. Selain itu, terdapat sekitar 200 peserta yang merupakan instruktur dan pelatih yang akan menerima pembekalan khusus.
Addin Jauharudin menegaskan pentingnya pelatihan ini karena menyangkut masa depan dan arah wajah kader Ansor dan Banser, yang pada gilirannya akan mencerminkan wajah Nahdlatul Ulama. Kualitas pelatih dan instruktur yang baik secara langsung akan berdampak pada kualitas kader dan organisasi secara keseluruhan.
Para pelatih dan instruktur GP Ansor, Banser, memiliki mandat dan tugas penting untuk menerjemahkan visi, misi, dan strategi organisasi kepada para kader di seluruh Indonesia. Mereka adalah sumber daya manusia kunci yang akan membentuk karakter dan kemampuan ribuan anggota.
Dengan demikian, Pelatihan GP Ansor ini bukan hanya sekadar kegiatan rutin, melainkan investasi jangka panjang untuk memperkuat fondasi organisasi. Peningkatan kapasitas instruktur akan memastikan bahwa nilai-nilai dan tujuan Ansor dapat tersampaikan secara efektif kepada generasi kader selanjutnya.
Sumber: AntaraNews