Manado, 15 November - Komando Daerah Angkatan Laut (KODAERAL) VIII melalui Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Letkol Laut (P) Rudi Tandirerung, menegaskan pentingnya Pelatihan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI). Kegiatan ini dinilai sangat efektif dalam menumbuhkan karakter kebangsaan yang kuat di kalangan generasi muda Indonesia. Pelatihan ini menjadi salah satu pilar utama dalam upaya pembentukan sumber daya manusia unggul yang berintegritas.
Kadispen Rudi Tandirerung menjelaskan bahwa pelaksanaan KKRI ini merupakan bagian integral dari program pembinaan karakter kebangsaan. Program tersebut sejalan dengan arah kebijakan pertahanan negara yang telah ditetapkan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia. Inisiatif ini juga selaras dengan visi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan nasional.
Visi tersebut berfokus pada pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan memiliki semangat nasionalisme tinggi. Pelatihan ini diharapkan dapat mencetak generasi penerus yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki jiwa patriotisme dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Kegiatan ini juga menjadi wadah strategis untuk menanamkan nilai-nilai luhur kebangsaan sejak dini.
Advertisement
Advertisement
Di lingkungan TNI Angkatan Laut, khususnya KODAERAL VIII, pelaksanaan KKRI memiliki arti yang sangat strategis dan penting. Wilayah kerja KODAERAL VIII mencakup daerah-daerah pesisir dan kepulauan yang merupakan beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh karena itu, penanaman nilai-nilai kebaharian, nasionalisme, dan semangat bela negara harus terus dilakukan secara berkelanjutan.
Nilai-nilai tersebut wajib ditanamkan kepada generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan bangsa. Pelatihan Korps Kadet ini menjadi jembatan untuk memperkenalkan mereka pada tantangan dan tanggung jawab menjaga kedaulatan maritim Indonesia. Ini juga merupakan investasi jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan pertahanan negara.
"Pelaksanaan pelatihan KKRI merupakan bagian dari program pembinaan karakter kebangsaan yang sejalan dengan arah kebijakan pertahanan negara di bawah kepemimpinan Menteri Pertahanan RI," kata Kadispen Rudi di Manado, Jumat. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen TNI AL dalam mendukung program pemerintah. Tujuannya adalah menciptakan generasi yang tangguh dan berwawasan kebangsaan.
Advertisement
Advertisement
Pelatihan KKRI gelombang ketiga tahun 2025 ini diikuti oleh 200 siswa-siswi dari berbagai sekolah kejuruan di Sulawesi Utara. Peserta berasal dari SMK Negeri 3 Manado, SMK Negeri 5 Manado, SMK Pelayaran Berea, SMK Negeri 1 Likupang, SMKS Winuri Likupang, dan SMK Bitung. Keberagaman latar belakang sekolah ini menunjukkan inklusivitas program dalam menjangkau generasi muda.
Melalui kegiatan ini, para kadet akan mendapatkan pembekalan yang komprehensif. Materi yang diberikan meliputi kedisiplinan, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, serta dasar-dasar kemaritiman. Pembekalan ini dirancang untuk membentuk karakter yang kuat dan mempersiapkan mereka menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Kadispen Rudi berharap, para peserta KKRI dapat menjadikan pengalaman ini sebagai bekal berharga dalam hidup mereka. Ini termasuk menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air, menghormati perbedaan, serta berkontribusi nyata dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI. Pelatihan KKRI kali ini akan berakhir pada tanggal 16 November 2025 di Satdik 4 Manado Kodiklatal, setelah sebelumnya acara pembukaan dilaksanakan di Satrol KODAERAL VIII.
Advertisement
Sumber: AntaraNews