Kapolda Lampung Buka Peluang Tersangka TNI Tembak Polisi di Way Kanan Bertambah
Helmy menambahkan bahwa sejauh ini pihaknya belum menemukan adanya korban dari kalangan sipil dalam insiden tersebut.
Kapolda Lampung, Irjen Pol Helmy Santika mengungkapkan, penyelidikan terkait kasus penembakan yang menewaskan Kapolsek dan dua anggota polisi masih terus dilakukan. Ia menyebut ada kemungkinan lebih dari dua pelaku terlibat dalam insiden tersebut.
“Apakah ada kemungkinan selain oknum atau pelaku lain yang ada di sana? Saya jawab bisa iya, bisa tidak. Karena ini masih berjalan. Jika dilihat dari TKP, ditemukan sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat, sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa orang-orang di sana itu banyak,” ujar Helmy dalam keterangannya, Rabu (19/3).
Helmy menambahkan bahwa sejauh ini pihaknya belum menemukan adanya korban dari kalangan sipil dalam insiden tersebut.
“Sampai dengan hari ini kita belum menemukan, belum ada,” katanya.
Jenis Senjata
Terkait jenis senjata yang digunakan dalam penembakan, Helmy menyatakan bahwa saat ini tim penyidik masih melakukan pemeriksaan balistik terhadap proyektil yang ditemukan di tubuh para korban.
“Yang kita miliki saat ini adalah hasil autopsi terhadap jenazah. Luka yang ditemukan adalah luka terbuka yang mengakibatkan kematian. Selain itu, ada keterangan saksi yang melihat orang melakukan penembakan dari jarak bervariasi, ada yang enam meter, ada yang lebih,” jelasnya.
Dia juga mengungkapkan bahwa dari hasil autopsi, ditemukan tiga proyektil, dua di bagian kepala korban yang dalam kondisi terpecah-pecah dan satu di dada sebelah kanan Kapolsek yang masih utuh.
“Ketiganya kita kirim ke labfor untuk diuji balistik guna mengetahui apakah proyektil ini ditembakkan menggunakan senjata laras panjang atau pendek, serta apakah senjata tersebut merupakan produksi pabrikan atau rakitan,” tambahnya.
Pihak kepolisian meminta masyarakat bersabar menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik, yang nantinya akan dikolaborasikan dengan temuan lain dalam rangka melengkapi alat bukti.
“Mohon bersabar, hasilnya nanti akan kita kolaborasikan dengan tim gabungan untuk memastikan semua alat bukti mendukung dalam mengungkap kasus ini,” tutup Helmy.