Kapolda Jatim Pastikan Mudik Lebaran 2026 Aman Berkat Sinergi Lintas Sektor
Irjen Pol. Nanang Avianto, Kapolda Jatim, tegaskan mudik Lebaran 2026 di Jawa Timur berjalan aman dan lancar berkat kolaborasi lintas sektoral dalam Operasi Ketupat Semeru, antisipasi lonjakan mobilitas masyarakat.
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur, Irjen Pol. Nanang Avianto, memastikan bahwa pelaksanaan mudik Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayahnya akan berlangsung aman dan lancar. Kepastian ini disampaikan setelah meninjau kesiapan pengamanan, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam Operasi Ketupat Semeru.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Irjen Pol. Nanang Avianto di Surabaya pada Jumat malam, 20 Maret 2026, menyoroti upaya terpadu yang telah dilakukan. Ia mengungkapkan rasa syukurnya karena seluruh kegiatan pengamanan dapat berjalan dengan baik, memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melaksanakan mudik.
Pengamanan komprehensif ini telah dimulai sejak awal Ramadan, mencakup seluruh fase arus mudik dan arus balik. Fokus utama adalah menjaga kelancaran mobilitas masyarakat yang masuk maupun keluar dari Jawa Timur, termasuk dari daerah seperti DKI Jakarta dan Jawa Tengah.
Pengamanan Terpadu Sejak Awal Ramadan
Pelaksanaan pengamanan mudik Lebaran 2026 di Jawa Timur telah dirancang secara terpadu dan melibatkan berbagai pihak. Irjen Pol. Nanang Avianto menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Semeru merupakan wujud nyata sinergi antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta pemangku kepentingan terkait lainnya.
Sinergi ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang kondusif dan aman bagi seluruh pemudik. Pengamanan tidak hanya berfokus pada jalur utama, tetapi juga mencakup area-area strategis yang berpotensi menjadi titik keramaian selama periode libur panjang.
Kapolda juga mencatat adanya peningkatan mobilitas yang signifikan pada tahun ini. “Terjadi peningkatan mobilitas dengan kendaraan masuk ke Jawa Timur naik sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya serta pergerakan penumpang meningkat sekitar 20 persen,” kata Nanang Avianto. Peningkatan ini menjadi salah satu dasar dalam penyusunan strategi pengamanan yang lebih intensif.
Fokus Pengamanan dan Imbauan Masyarakat
Dalam menjaga keamanan dan ketertiban, Irjen Pol. Nanang Avianto mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan takbir keliling di jalan raya. Ia menekankan agar kegiatan takbiran cukup dilaksanakan di tempat masing-masing, seperti masjid atau musala, demi menghindari potensi gangguan keamanan dan ketertiban umum.
Selain itu, pengamanan juga difokuskan pada beberapa aspek krusial lainnya selama perayaan Idul Fitri. Ini meliputi pengamanan pelaksanaan Shalat Idul Fitri di berbagai lokasi, kegiatan silaturahmi, hingga objek-objek wisata yang diperkirakan akan dipadati pengunjung.
Aspek penting lainnya adalah pengawasan terhadap rumah-rumah warga yang ditinggalkan saat mudik. Pihak kepolisian berharap seluruh rangkaian pengamanan, termasuk pada arus balik, dapat berjalan lancar. Dukungan masyarakat melalui sikap saling menjaga dan mengingatkan sangat diharapkan demi terciptanya keamanan bersama di Jawa Timur.
Sumber: AntaraNews