Kala Truk Barang Berubah Jadi 'Keranda', 15 Nyawa Melayang Sia-Sia
15 nyawa, termasuk di antaranya para balita dan ibu mereka ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Desa Segati, Pelalawan, Riau, Sabtu (22/2) siang itu, mendadak berubah menjadi panggung duka. Sebuah truk Colt Diesel pengangkut barang milik PT Empat Ras Bersaudara (ERB) menjadi petaka kala dijejali muatan 32 manusia, termasuk di antaranya sembilan balita. Tenggelam dalam deras sungai.
Polisi memastikan 15 nyawa, termasuk di antaranya para balita dan ibu mereka ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Sementara, 17 berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
Kemarin, bangkai truk berhasil dievakuasi dari dasar sungai. Terlihat jelas bagaimana truk tersebut akan menjadi kenangan kelam bagi para korban selamat.
Truk tersebut tak layak disebut sebagai kendaraan angkut manusia. Bak belakangnya dimodifikasi dengan bangku-bangku besi. Pada bagian bak belakang juga tampak disulap dengan atap.
Situasi yang lebih mengenaskan, bak belakang tersebut dibuat tertutup yang menjadi penyebab banyak korban tak lolos dari maut.
Truk tersebutlah yang menjadi andalan para pekerja PT ERB, subkontraktor PT Nusa Wana Raya (NWR), sebuah perusahaan akasia yang memasok kayu ke APRIL Group.
Merdeka.com membutuhkan waktu 4,5 jam perjalanan dengan mobil ke lokasi dari Kota Pekanbaru. Saksi mata bercerita, siang itu, truk melaju kencang dengan tujuan membawa para pekerja dan keluarga mereka menuju pasar, untuk membeli bahan makanan harian.
Diduga sopir mengantuk, truk oleng, menabrak dinding jembatan besi, dan terjun ke sungai berarus deras. Dalam hitungan detik, teriakan histeris bercampur suara benturan keras menggema di tengah sunyinya perkebunan akasia.
Air sungai yang keruh dan arus yang kuat menjadi saksi bisu perjuangan para korban. Beberapa berhasil menyelamatkan diri, berenang ke tepi sungai. Namun, sebagian besar terjebak di dalam truk, yang tenggelam di kedalaman 8-10 meter.
Tim SAR gabungan, yang dipimpin Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal, bekerja keras selama tiga hari. Mereka menyelam, menyisir sungai, dan menggunakan alat berat untuk mengangkat bangkai truk. Satu per satu, jasad para korban ditemukan, termasuk sang sopir, Maranata Zendrato, yang tewas di dalam kabin.
Di antara 15 korban tewas, sembilan di antaranya adalah anak-anak, yang seharusnya bermain dan tertawa, bukan meregang nyawa di dasar sungai. Ada juga ibu-ibu, yang seharusnya mengasuh dan menyayangi anak-anak mereka. Tragedi ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar.
Pihak kepolisian pun bergerak cepat. Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Taufiq Lukman Nurhidayat, menegaskan bahwa truk tersebut seharusnya mengangkut barang, bukan manusia. Ia berjanji akan mengusut tuntas kasus ini, mencari pihak yang bertanggung jawab atas modifikasi truk dan penggunaan truk yang tidak sesuai peruntukannya.
Taufiq mengatakan pihaknya akan mendalami dugaan penyalahgunaan truk yang tak semestinya menjadi kendaraan penumpang manusia hingga 32 orang.
Taufiq mengaku telah melihat kondisi truk itu yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga tidak sesuai peruntukkannya. Penyidik dari Satlantas Polres Pelalawan akan memeriksa kondisi truk terlebih dahulu, kemudian mencari tahu siapa pihak yang bertanggung jawab.
"Truk itu seharusnya mengangkut barang atau benda-benda, bukan manusia," kata Taufiq Selasa (25/2).
Taufik mengatakan pihaknya akan mencari dan memanggil siapa yang bertanggung jawab terhadap kejadian itu. Termasuk pihak yang merubah bentuk truk barang menjadi truk pengangkut manusia.
"Nanti dari Satlantas Polres Pelalawan akan menangani kasus tersebut, siapa yang memodifikasi truk itu, dan siapa yang menyuruh, kita akan periksa semuanya," kata Taufiq.
Operasi SAR gabungan telah berhasil melancarkan misinya selama 3 hari. "Tim gabungan sudah berhasil menemukan seluruh korban yang sebelumnya dilaporkan hilang. Dari 32 penumpang, total ada 15 orang yang meninggal dunia, sedangkan 17 orang selamat saat kejadian," ujar Iqbal.
Operasi SAR menghadapi tantangan berat karena kondisi sungai yang keruh dan arus yang deras. Tim SAR menggunakan berbagai peralatan, termasuk perahu karet, peralatan selam, dan alat berat untuk mengangkat truk dari dasar sungai.
Korban Tenggelam
Korban yang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia adalah TH (3), K (4), MPCL (4), Maranatha Zendrato (33), Solina Waruwu (30), dan YH (3). Mereka semua beralamat di Mes/Barak PT ERB Desa Segati.
Kemudian Yusmidar Zendrato (38), Yasani Zebua (32), Setia Murni Wati Laia (31), Eferius Hia (36), WZ (5), CN (6), N (7), AM (7), dan A (7). Mereka juga beralamat di Mes/Barak PT ERB Desa Segati.
Sebanyak 17 penumpang berhasil selamat dari kecelakaan tersebut. Mereka adalah Dameria Laoli (34), Yantonius Hulu (23), Taogomano Mendrofa (46), Jelisman Mendrofa (22), Arkian Zebua (28), Efriniwati Zai (24), Otonius Hulu (27), Yerniati Lahagu (26), Novayanti Lase (31), F (7), Fe (6), W (7), Julius Hulu (23), Boala (25), Budiman Hulu (35), Roslina Nduru (43) dan Melianus Hulu (26).